Senin, 31 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Populer: Harga Emas Fluktuatif; Penumpang KRL Stasiun Karet Dialihkan

Populer: Harga Emas Fluktuatif; Penumpang KRL Stasiun Karet Dialihkan
Penumpang KRL di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun BNI City mulai 1 September 2026 untuk keperluan integrasi

Dompet Anda mungkin harus lebih bersiap menghadapi gejolak pasar minggu ini. Harga emas dunia tengah menari-nari dalam irama yang tidak pasti, dipicu oleh penantian panjang investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Ketidakpastian ini merambat hingga ke pasar domestik, sementara di sisi lain, jutaan pengguna moda transportasi massal di Jakarta harus menyesuaikan rutinitas harian mereka karena ada perombakan besar di Stasiun Karet.

Pasar emas global sedang dalam fase menunggu. Awalnya, ketegangan geopolitik sempat memanaskan harga, namun meredanya situasi di Iran membuat minyak bumi turun dan inflasi perlahan mulai melandai. Analis memprediksi instrumen XAUUSD bakal terjebak di rentang konsolidasi.

Angkanya dipatok antara USD 3.900 hingga USD 4.900 per troy ons, dengan titik tengah di kisaran USD 4.400. Jika The Fed memutuskan untuk tetap menahan kenaikan suku bunga, emas punya peluang besar untuk menembus level tertinggi di USD 4.900.

Dinamika Harga Domestik dan Permintaan

Harga emas di tanah air tidak bergerak sendirian. Ada faktor rupiah yang bermain di sini. Proyeksi pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.900 per dolar AS menjadi benteng yang menahan harga emas domestik agar tidak jatuh terlalu dalam. Ketika dolar menguat, harga emas dalam rupiah justru tertahan di level yang lebih tinggi.

Faktor lain yang menyokong harga adalah fisik emas itu sendiri. Data mencatat lonjakan permintaan yang cukup mencolok. Pada Juni, serapan emas global hanya berada di angka 50 ton. Namun, memasuki Juli, permintaan fisik melonjak dua kali lipat menjadi 100 ton. Lonjakan ini memberikan bantalan bagi harga agar tetap bertahan meski tekanan global terus menghantam.

Wajah Baru Stasiun Karet

Beralih ke sektor transportasi publik, jutaan warga Jakarta harus mulai membiasakan diri dengan wajah baru akses Commuter Line. KAI Commuter resmi menutup layanan naik dan turun pengguna di Stasiun Karet mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Proyek integrasi fisik antara Stasiun Sudirman Baru atau BNI City dengan Stasiun Karet sedang dikebut pengerjaannya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair