Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik bertema kepahlawanan untuk melengkapi buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”. Rencana itu ia sampaikan di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026, di tengah dorongan pemerintah memperluas narasi sejarah nasional.
Buku baru ini disiapkan agar cerita tentang kebesaran tokoh-tokoh pahlawan negara tidak berhenti di satu bacaan saja. Fadli menilai masih ada banyak bagian penting yang perlu dirangkai, termasuk pembahasan soal Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lengkapi narasi sejarah nasional
Dalam konferensi pers itu, Fadli mengatakan pemerintah ingin bekerja sama dengan para sejarawan lain dan menargetkan pekerjaan itu dapat berjalan tahun ini. Ia menyebut buku tematik tersebut akan menjadi pelengkap bagi buku sejarah yang sudah ada, terutama untuk memberi ruang lebih luas pada kisah-kisah kepahlawanan.
Fadli juga menyinggung perlunya menghadirkan buku sejarah yang memuat momentum penting dalam pembentukan Indonesia. Menurut dia, cerita besar bangsa tidak bisa dibaca hanya dari satu sudut. Harus ada lapisan lain. Harus ada detail lain. Itu yang ingin diangkat lewat buku tematik kepahlawanan.
Biografi pahlawan nasional ikut disusun
Sebelumnya, Fadli mengungkap pemerintah juga tengah menyusun buku sejarah para pahlawan nasional lengkap dengan biografi masing-masing. Langkah itu tidak berdiri sendiri. Kementerian Kebudayaan akan menggandeng Kementerian Sosial dan melibatkan para peneliti dalam penyusunannya.
Arah kerja ini menunjukkan pemerintah ingin menata ulang penyajian sejarah agar lebih utuh dan berlapis. Bukan sekadar daftar nama besar, melainkan juga kisah hidup, peran, dan konteks perjuangan para tokoh yang selama ini menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa.
Perjuangan 1945-1950 masuk prioritas
Fadli turut menekankan bahwa pemerintah sudah memulai proses penyusunan buku tentang masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya periode 1945-1950. Bagian ini dipandang penting karena menandai fase genting setelah proklamasi, saat Indonesia masih harus menjaga kemerdekaan yang baru diraih.
Pemerintah belum merinci bentuk akhir buku-buku itu, namun sinyalnya jelas: narasi sejarah akan dibuat lebih tematik dan lebih dekat dengan tokoh-tokoh pahlawan. Fadli menyebut kerja sama dengan sejarawan lain diharapkan bisa terlaksana tahun ini. “Kita berharap bekerja sama dengan sejarawan lain yang mudah-mudahan bisa kita laksanakan tahun ini,” kata dia di Jakarta, Senin.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.