Jumat, 4 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Prabowo: Pasifik Jadi Jembatan Indonesia dan Rusia di Vladivostok

Prabowo Hentikan Impor Minyak dan LPG, Bahlil Siap Jalankan
Prabowo Hentikan Impor Minyak dan LPG, Bahlil Siap Jalankan

Presiden Prabowo Subianto menaruh pesan diplomatik yang tegas dari Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026. Di hadapan Forum Ekonomi Timur ke-11, ia menyebut Samudra Pasifik bukan pembatas Indonesia dan Rusia, melainkan penghubung yang bisa mempererat hubungan kedua negara.

Pasifik disebut jalur, bukan sekat

Prabowo menyampaikan pandangan itu saat tampil sebagai tamu kehormatan pada Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok. Dalam pidatonya yang disiarkan lewat tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, ia mengatakan Pasifik seharusnya dipahami sebagai jalan raya yang mempertemukan dua ekonomi, bukan tembok yang memisahkan.

Ucapan itu ia lontarkan dengan nada yang menekankan kedekatan geografis. Vladivostok, kata Prabowo, terasa dekat dengan rumahnya karena Indonesia dan Rusia sama-sama memiliki wilayah yang bersentuhan dengan Samudra Pasifik. Kalimatnya singkat, tapi pesannya jelas. Laut yang luas itu, menurut dia, justru membuka ruang pertemuan.

Di forum yang mempertemukan pelaku ekonomi dan pejabat dari kawasan timur Rusia itu, Prabowo menempatkan hubungan Indonesia-Rusia dalam kerangka yang lebih luas. Bukan hanya soal jarak. Bukan pula soal batas peta. Yang ditekankan justru konektivitas antarpantai, antarkawasan, dan antarekonomi.

Vladivostok jadi titik kedekatan simbolik

Prabowo juga menyinggung alasan mengapa Vladivostok terasa dekat baginya. Menurut Presiden, kota di Timur Jauh Rusia itu berada dalam lanskap samudra yang sama dengan Indonesia. Karena itu, ia melihat ada ikatan geografis yang bisa menjadi dasar hubungan yang lebih erat.

Pernyataan itu muncul di tengah forum ekonomi yang digelar di Rusia timur, wilayah yang kerap diposisikan Moskow sebagai pintu ke Asia Pasifik. Bagi Indonesia, pesan Prabowo memberi sinyal bahwa hubungan bilateral tidak berhenti pada pertemuan formal, melainkan bisa bertumpu pada koneksi kawasan yang lebih luas. Sederhana, tapi tajam.

Pidato tersebut juga menempatkan Samudra Pasifik sebagai ruang strategis. Prabowo tidak berbicara soal jarak tempuh atau batas teritorial semata, melainkan tentang kemungkinan membangun arus kerja sama antarperekonomian. Ia memakai metafora yang mudah ditangkap: bukan dinding, melainkan jalan.

Pesan ekonomi di forum timur Rusia

Kehadiran Prabowo di EEF ke-11 memperlihatkan bahwa forum itu menjadi panggung penting untuk menyampaikan arah hubungan Indonesia dengan Rusia. Dalam pidato singkatnya, Presiden menegaskan kedekatan yang lahir dari samudra yang sama, lalu mengaitkannya dengan harapan memperkuat relasi kedua negara.

Di Vladivostok, pesan itu terdengar lebih dari sekadar basa-basi diplomatik. Ada penekanan pada ruang bersama yang bisa dimanfaatkan, terutama di kawasan Asia Pasifik. Dari podium forum ekonomi itu, Prabowo membawa satu gagasan sederhana yang langsung mengena: Pasifik seharusnya membuka jalan, bukan menutup kemungkinan.

Pernyataan lengkapnya dipantau dari tayangan langsung Sekretariat Presiden, dan pidato Prabowo di forum itu menjadi salah satu sorotan utama agenda kunjungan kerjanya di Rusia. Pernyataan berikutnya, termasuk soal arah kerja sama yang lebih konkret, diperkirakan akan kembali mengemuka dalam pertemuan-pertemuan lanjutan di Vladivostok.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda