JAKARTA — Harga sawit RI kembali disorot Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, Prabowo menegaskan mekanisme pembentukan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global selama ini sangat tidak adil bagi Indonesia.
Masalah yang ia sorot langsung menyentuh nilai jual komoditas unggulan nasional. Di satu sisi, Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Di sisi lain, acuan harga internasional justru ditentukan di Rotterdam, Belanda, sementara sawit Indonesia dibeli jauh lebih murah sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Harga sawit RI di Rotterdam jadi sorotan
Prabowo menyebut harga CPO Indonesia di pelabuhan Indonesia berada di sekitar Rp 15.000 per kg. Namun di bursa Rotterdam, Belanda, nilainya mencapai Rp 27.000 per kg. Selisih itu, kata dia, membuat Indonesia menanggung kerugian besar dalam rantai perdagangan sawit.
"Minyak sawit mentah Indonesia di pelabuhan Indonesia dijual sekitar Rp 15.000 per kg. Sementara di bursa Rotterdam, Belanda, harganya Rp 27.000 per kg," kata Prabowo di DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo juga menyoroti ironi lain. Belanda disebut menjadi negara penentu harga dan pembeli CPO Indonesia, tetapi tidak punya satu hektare pun perkebunan kelapa sawit. Dari situ, ia menyebut Indonesia kehilangan 50 persen nilai komoditas minyak sawit.
"Jadi kita telah kehilangan 50 persen nilai komoditas (minyak sawit) kita," ujarnya.
DSI diposisikan sebagai pintu ekspor
Untuk merombak tata kelola itu, Prabowo menegaskan pemerintah bakal memperbaiki tata kelola ekspor sejumlah komoditas strategis nasional melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada Mei 2026 lalu. Badan ini akan menjadi satu-satunya pintu ekspor bagi komoditas apapun yang dijual Indonesia ke pasar internasional.
Prabowo menekankan DSI bukan lembaga yang akan menguasai komoditas. "Jadi saya ulangi, (PT DSI sebagai) processing-nya, bukan satu-satunya PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak," kata dia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.