Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Prabowo Paparkan RAPBN 2027 di Hadapan Puan dan Pimpinan DPR

Prabowo Paparkan RAPBN 2027 di Hadapan Puan dan Pimpinan DPR
Prabowo Paparkan RAPBN 2027 di Hadapan Puan dan Pimpinan DPR

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027, Jumat (14/8/2026). Kehadiran Presiden di Kompleks Parlemen, Jakarta, ini menandai dimulainya pembahasan intensif kebijakan fiskal negara untuk tahun mendatang.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Agenda utama pertemuan ini berfokus pada pengantar serta keterangan pemerintah terkait arah penggunaan uang negara untuk tahun anggaran 2027.

Skala Anggaran Fantastis

Dalam pemaparannya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan angka belanja negara yang diproyeksikan mendekati Rp4.000 triliun. Puan mengungkapkan bahwa kenaikan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan realisasi anggaran dalam dua dekade terakhir.

Sebagai gambaran historis, APBN pada tahun 2000 tercatat sebesar Rp197 triliun, lalu meningkat ke angka Rp1.126 triliun pada 2010, dan terus melonjak hingga menyentuh Rp3.842 triliun pada 2026.

Bagi Puan, besaran anggaran yang menembus angka nyaris Rp4.000 triliun ini merupakan nilai yang sangat masif bagi sejarah pengelolaan keuangan negara. Meski begitu, ia menekankan bahwa besarnya angka nominal hanyalah sebuah instrumen. Keberhasilan APBN tidak boleh sekadar dilihat dari berapa besar dana yang diserap atau dibelanjakan oleh kementerian dan lembaga.

Fokus pada Dampak Rakyat

Puan menegaskan bahwa APBN adalah manifestasi dari pilihan politik sebuah bangsa. Ia mengingatkan pemerintah bahwa esensi dari kebijakan fiskal harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Ukuran keberhasilan APBN terletak pada sejauh mana negara mampu menjawab kebutuhan mendasar warga, seperti petani yang menanti panen, akses kesehatan bagi kelompok tidak mampu, hingga penciptaan lapangan kerja bagi kepala keluarga.

Tema kebijakan fiskal 2027 yang diusung pemerintah, yaitu Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, diharapkan bukan sekadar jargon. Puan menuntut komitmen serius agar pertumbuhan ekonomi tersebut dibarengi dengan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.

APBN harus berperan aktif menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global, serta memberikan dukungan keberlangsungan bagi dunia usaha agar iklim investasi tetap sehat.

Pendidikan sebagai Prioritas

Sektor pendidikan dipastikan tetap menjadi garda terdepan dalam rancangan anggaran tersebut. Presiden Prabowo dalam sesi terpisah pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI/DPD RI di hari yang sama, menekankan keberlanjutan program revitalisasi satuan pendidikan.

Pemerintah menargetkan renovasi sekolah secara masif, dengan sasaran 100 ribu sekolah pada 2027 dan jumlah serupa pada 2028, hingga seluruh fasilitas pendidikan di Indonesia tuntas diperbaiki pada 2029.

Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah memprioritaskan digitalisasi ruang kelas melalui distribusi Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel.

Hingga akhir Desember 2026, pemerintah berencana menambah tiga layar pintar di setiap sekolah, melengkapi satu layar yang sebelumnya sudah dibagikan.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses siswa dan tenaga pengajar terhadap kurikulum serta materi pembelajaran yang lebih mutakhir dan merata di seluruh pelosok tanah air.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda