Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan lembaga legislatif siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi anggaran mitigasi bencana. Syaratnya cuma satu: uang rakyat itu harus benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan dampak nyata di lapangan.
Sinyal dukungan ini muncul setelah Puan dimintai tanggapan perihal arah kebijakan ekonomi pemerintah terkait penanganan bencana alam. “Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Puan saat ditemui awak media di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9).
Menakar Urgensi di Ring of Fire
Pernyataan Puan menjadi respons langsung terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan sehari sebelumnya.
Saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka, Senin (7/9), Presiden menegaskan bahwa postur anggaran untuk penanggulangan bencana di Indonesia perlu diperkuat secara signifikan. Fokusnya bukan lagi sekadar respons setelah kejadian, melainkan langkah mitigasi yang lebih matang.
Prabowo mengingatkan realitas geografis Indonesia yang tidak bisa dihindari. Wilayah nusantara berada di atas lempeng tektonik aktif yang dikenal sebagai Ring of Fire atau cincin api pasifik. “Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api.
Jadi, ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” kata Presiden di depan jajaran menteri dan pimpinan lembaga terkait.
Kesadaran akan posisi geografis itulah yang membuat Presiden merasa penambahan anggaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga keselamatan warga. Langkah ini diambil untuk memastikan instrumen pemerintah di daerah memiliki kemampuan logistik dan teknis yang mumpuni saat bencana menerjang secara tiba-tiba.
Evaluasi di Balik Kecepatan
Meski mendorong penambahan dana, Presiden Prabowo bukannya menutup mata pada kinerja yang sudah berjalan. Dalam pertemuan yang sama, dia memberikan apresiasi atas kecepatan tim gabungan dalam menanggapi sejumlah bencana di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat belakangan ini. Mobilisasi kekuatan nasional dianggapnya sudah jauh lebih gesit dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.
Meski begitu, optimisme tetap harus dibarengi dengan sikap kritis. Prabowo secara khusus meminta anak buahnya untuk tidak cepat puas. Setiap kendala, hambatan komunikasi di lapangan, hingga keterlambatan bantuan yang sempat terjadi harus dicatat detail. Data tersebut nantinya bakal dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih tajam ke depannya.
Bagi legislatif, poin evaluasi yang diminta Presiden ini adalah kunci. Puan menekankan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan dari kas negara harus memiliki tolok ukur kinerja yang jelas. Tidak boleh lagi ada anggaran yang terbuang sia-sia pada proyek yang tidak menyentuh akar permasalahan kebencanaan.
Dukungan Puan ini otomatis memberikan karpet merah bagi eksekutif untuk segera merancang skema kenaikan anggaran. Bola kini ada di tangan pemerintah untuk menyusun proposal alokasi yang lebih rinci dan transparan agar saat diajukan dalam pembahasan anggaran di Senayan, semuanya sudah memiliki dasar perhitungan yang akurat.
Pemerintah kini dituntut bekerja lebih cepat. Bukan hanya soal menambah jumlah uang, tetapi juga memastikan sistem peringatan dini dan infrastruktur ketahanan bencana di pelosok daerah benar-benar bekerja. Waktu akan membuktikan apakah kenaikan anggaran ini sanggup menekan angka risiko korban jiwa saat bencana alam datang menyapa di masa depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.