JAKARTA — Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam membuat operasional enam bandara terganggu, dengan 301 penerbangan dibatalkan termasuk 58 penerbangan internasional. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menangguhkan semua operasi penerbangan hingga pukul 13:30 karena abu vulkanik yang mencapai lokasi bandara dini hari Minggu.
Pokok Peristiwa
Operator Angkasa Pura menyatakan ratusan penumpang terlantar di terminal. Singapore Airlines membatalkan semua penerbangan ke dan dari Jakarta untuk sisa hari itu.
Anak Krakatau, yang terletak kira-kira di pertengahan antara Jawa dan Sumatra, telah mengalami erupsi berkelanjutan sejak akhir Jumat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat abu vulkanik telah menjangkau ketinggian 6.000 meter di sisi Jawa dan mencapai 15.000 meter di sisi Sumatra, serta sebagian wilayah Provinsi Banten.
Suhardi, 58 tahun, awalnya berhasil naik penerbangan domestik dari bandara asal, tapi ketika sampai di Soekarno-Hatta untuk mengejar penerbangan penghubung ke Samarinda, Kalimantan, ia mendapat kabar buruk. “Saya pikir rute Jakarta-Samarinda masih bisa terbang, ternyata juga dibatalkan,” ujarnya kepada Reuters.
Eloan Tasset, warga Perancis berusia 21 tahun, mendapat pesan dari Batik Air bahwa penerbangan liburannya ke Manado, Sulawesi Utara, mengalami penundaan tanpa kepastian durasi. “Jika dibatalkan, saya mungkin cari hotel di Jakarta,” katanya.
Operasi penyebaran awan untuk menekan abu
Konteks
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan operasi modifikasi cuaca, termasuk cloud seeding, pada Minggu untuk memicu hujan. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dalam konferensi pers bahwa hujan deras dapat membersihkan abu vulkanik yang telah mengganggu aktivitas sejak kemarin dan berlanjut hari ini.
Operator bandara menyediakan makanan ringan dan minuman bagi penumpang terdampak, serta mengusahakan bus menuju hotel bekerja sama dengan maskapai. BNPB menyerukan publik tetap tenang namun waspada.
“Saat abu vulkanik jatuh, masyarakat disarankan mengenakan masker dan perlindungan mata, mengurangi aktivitas luar, menutup sumber air, dan berhati-hati berkendara karena abu dapat mengurangi visibilitas,” kata juru bicara BNPB Berton Panjaitan.
Kementerian Transportasi melaporkan kapal feri di Selat Sunda beroperasi normal. Namun kementerian mengingatkan semua kapal tetap berjarak minimal 3 km dari kawah Anak Krakatau dan waspada terhadap hazard vulkanik termasuk material ejeksi. Beberapa sekolah membatalkan kegiatan Sabtu setelah siswa dan warga mengalami iritasi mata akibat abu, sementara nelayan membatalkan operasi penangkapan ikan.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Sekitar 850 km dari Anak Krakatau, Gunung Semeru di Jawa Timur juga meletus Minggu dengan kolom abu mencapai 1 km di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyarankan warga tetap berjarak minimal 5 km dari kawah dan memberi peringatan risiko awan panas dan aliran lava hingga 17 km dari puncak.
Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, zona dengan frekuensi gempa bumi dan erupsi vulkanik tinggi. Anak Krakatau berada di level 3 status siaga sejak 2 Juli — level kedua tertinggi. Semeru, Merapi, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung juga dalam status yang sama.
BNPB menyatakan tidak ada risiko tsunami iminen dari gunung api, meski tsunami yang dipicu erupsi Anak Krakatau pada 2018 menewaskan lebih dari 400 orang di Jawa dan Sumatra.
Anak Krakatau, berarti “anak Krakatau”, muncul satu abad lalu dari area bekas Gunung Krakatau. Gunung induk tersebut menghancurkan diri dalam erupsi masif 1883 yang merenggut lebih dari 36.000 jiwa dalam serangkaian tsunami.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.