Otak dagang kedua negara kini masuk fase baru. Dan cepat.
Dampak ke ekonomi Kanada dan hubungan dengan Washington
AS saat ini menyerap sekitar 70% ekspor Kanada. Itu membuat Ottawa berada dalam posisi rentan, terutama jika perang tarif ini berlarut. Carney sendiri menyebut situasinya sebagai trade “war” dan berkata, “You’re at war when you get attacked. We got attacked,” seraya menegaskan Kanada punya cadangan, ketahanan, dan rencana respons.
Dampak nyatanya terasa pada pelaku usaha yang bergantung pada arus perdagangan lintas batas. Pabrik, petani, dan eksportir akan menanggung ketidakpastian baru, dari biaya masuk yang lebih tinggi sampai potensi gangguan rantai pasok. Di pasar, sinyal seperti ini biasanya dibaca cepat. Biaya bisa naik, kontrak bisa tertahan, dan keputusan investasi bisa ditunda.
Doug Ford, perdana menteri provinsi Ontario, mendukung langkah Carney dan menyebut proposal yang gagal dicapai sebagai kesepakatan buruk bagi Ontario, sektor otomotif, baja, dan manufaktur. Di Amerika Serikat, sejumlah politisi Demokrat juga menyerang kebijakan Presiden Donald Trump dan menuduhnya memicu kenaikan harga di dalam negeri.
New York Governor Kathy Hochul bahkan menulis di X bahwa pemerintahan Trump sengaja memicu konflik dengan sekutu dan menaikkan harga di rumah. Sementara itu, menurut AP, belum ada putaran pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan untuk menyelesaikan situasi ini.
Carney menutup sikap Ottawa dengan pernyataan bahwa Amerika Serikat sudah berubah dan kedua negara tidak akan kembali ke hubungan lama. Itu sinyal penting. Bagi Kanada, babak berikutnya bukan lagi soal menunggu Washington melunak, melainkan menyiapkan daftar balasan yang siap diumumkan dalam hitungan hari.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.