Senin, 14 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Prabowo Rapat dengan Luhut di Hambalang, Ekonomi dan GovTech Dibahas

Prabowo Umumkan Kebijakan Baru Ketenagakerjaan di Hari Buruh
Prabowo Umumkan Kebijakan Baru Ketenagakerjaan di Hari Buruh

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan jajaran di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 Juli 2026. Agenda utamanya: membaca arah ekonomi nasional dan menyisir pembaruan GovTech yang masuk ke jalur percepatan transformasi digital pemerintahan.

Rapat di kediaman Prabowo itu menjadi penting karena berlangsung saat pemerintah memantau tekanan dan peluang dari dinamika global. Dari forum tertutup tersebut, DEN membawa laporan perkembangan ekonomi terkini, sekaligus menyodorkan masukan strategis untuk menjaga mesin pertumbuhan tetap bergerak. Di meja yang sama, ada pula pembahasan soal akurasi data layanan pemerintah. Ini titik krusial.

DEN bawa laporan ekonomi dan masukan strategis

Dalam pertemuan itu, Luhut hadir bersama sejumlah anggota DEN, yakni Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga. Mereka memaparkan gambaran ekonomi nasional terkini kepada Presiden, lalu mengurai sejumlah saran yang dinilai relevan untuk penguatan ekonomi Indonesia saat gejolak global masih terasa.

Tak banyak detail teknis yang dibuka ke publik, namun arah pembicaraan jelas: pemerintah ingin membaca kondisi ekonomi dengan cepat dan meresponsnya dengan kebijakan yang presisi. Luhut dan tim DEN menjadi salah satu kanal utama untuk menyampaikan pandangan ekonomi yang berbasis data kepada Presiden. Rapat di Hambalang juga menunjukkan bahwa isu ekonomi masih berada di ring terdekat pengambilan keputusan.

GovTech dikebut untuk perbaiki data dan penyaluran program

Topik lain yang ikut dibahas adalah penyempurnaan GovTech, yang diposisikan sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan. Pemerintah ingin layanan berbasis digital ini bekerja lebih rapih, terutama dalam urusan data penerima program dan penyaluran bantuan.

Dalam keterangan yang disampaikan, penyempurnaan layanan digital diarahkan untuk meningkatkan akurasi data agar program pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Targetnya jelas: mengurangi salah sasaran, memperkuat efektivitas bantuan, dan mendorong tata kelola yang lebih tertib. Masalah lama seperti data yang tidak sinkron masih jadi pekerjaan rumah besar. GovTech dipasang untuk menutup celah itu.

Luhut kembali tampil di panggung strategis

Kemunculan Luhut dalam rapat Hambalang ini juga menegaskan perannya yang masih menonjol di lingkaran kebijakan strategis pemerintah. Di saat yang sama, namanya kembali ramai dibicarakan karena menjelaskan kronologi pemberian izin bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Luhut menyebut dirinya memimpin rapat saat proses pemberian izin itu dibahas. Penjelasan itu muncul setelah polemik bandara IMIP mencuat dari peninjauan intensif Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyoroti pengamanan wilayah pertambangan dan objek vital nasional di area yang berdekatan dengan jalur laut strategis ALKI II dan III. Dari dua isu ini, benang merahnya sama: negara sedang merapikan banyak urusan sekaligus. Dan Luhut ada di tengah pembahasan.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 14 September 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis