Industri hiburan Hollywood juga demam 80-an. Banyak proyek reboot dan film baru yang mengambil inspirasi dari era tersebut. Film aksi NIGHT HUNTER, dengan poster bergaya airbrush khas 80-an, sukses besar di tangga box office. Dalam dunia game, DLC Cyberpunk 2077 dan GTA 6 banyak mengadopsi latar kota neon yang terinspirasi dari film seperti Blade Runner dan serial Miami Vice.
Bahkan sektor teknologi pun ikut terpapar. Apple dan Xiaomi merilis ponsel pintar dengan pilihan wallpaper dan antarmuka pengguna (UI) bertema CRT dan grid floor ala 80-an, menghadirkan sentuhan nostalgia dalam perangkat modern.
Nostalgia Digital dan Penolakan Minimalisme: Alasan Gen Z Menggandrungi 80-an
Menurut analisis psikolog budaya, ada beberapa faktor pendorong di balik popularitas 80-an di kalangan Gen Z. Pertama, fenomena ‘Nostalgia Digital’, di mana generasi muda merindukan era pra-ponsel yang dianggap memiliki estetika unik.
Kedua, tren ini juga dilihat sebagai ‘Melawan Minimalisme’. Setelah satu dekade dominasi gaya minimalis yang serba bersih dan sederhana, masyarakat, khususnya anak muda, mulai mencari warna, drama, dan ekspresi yang lebih mencolok. Ketiga, dan tak kalah penting, adalah kekuatan ‘Konten Viral’. Filter VHS dan efek grainy film mudah sekali menjadi konten yang populer dan ‘fyp’ di platform seperti TikTok dan Reels.
Kembalinya tren 80-an pada 2026 bukan sekadar daur ulang gaya lama. Ini adalah sebuah upaya dari generasi muda untuk menemukan pelarian dari hiruk-pikuk dunia AI dan teknologi yang bergerak terlalu cepat. Dengan warna-warna berani, musik yang dinamis, dan gaya hidup yang lebih ‘berisik’, era 80-an menawarkan perpaduan unik antara nostalgia dan modernitas yang relevan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.