Ancaman Sanksi yang Menggantung
Pemerintah Provinsi NTB tidak tinggal diam melihat jatuhnya ratusan korban. Ketua Satuan Tugas Program MBG NTB, Fathul Gani, menegaskan bahwa SPPG yang mendistribusikan makanan tersebut kini berada dalam status terancam suspend. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ini adalah langkah mutlak untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa depan.
Saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Fathul menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bahan evaluasi untuk diserahkan ke pusat. Sanksi penghentian sementara operasional dapur tersebut bersifat otomatis mengingat dampak luas yang ditimbulkan. Namun, durasi pasti dari penghentian sementara itu masih menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tegas ini, menurut Fathul, sangat penting untuk menjaga kepercayaan orang tua murid. Selain untuk menertibkan prosedur dapur, sanksi ini diharapkan mampu memulihkan trauma psikologis para siswa yang sempat ketakutan untuk menyantap makanan program MBG kembali. Kini, seluruh pihak terkait masih menunggu keputusan resmi dari BGN mengenai nasib dapur penyedia makanan tersebut.
Kejadian di Lombok Tengah ini menjadi pengingat pahit bagi pengelola program MBG. Bahwa urusan perut anak sekolah bukan sekadar soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang keamanan pangan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Pengawasan ketat di setiap titik distribusi kini menjadi harga mati agar mimpi buruk di Batukliang tidak terulang di daerah lainnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.