JAKARTA — Kangen Band bubar setelah Dodhy Hardiyanto menyatakan keputusan itu lewat Instagram pada Sabtu, 12 September 2026. Pengumuman singkat itu langsung memantik perhatian karena datang dari sosok yang mendirikan band asal Lampung tersebut.
Dodhy menulis, “Bismillah saya dengan sadar menyatakan Kangen Band bubar di karenakan ada kezoliman di dalam nya,” sebuah pernyataan yang juga menyinggung rasa sakit yang ia simpan lama. Dari sana, nama Kangen Band kembali dibicarakan, bukan cuma soal kabar bubar, tapi juga perjalanan panjang mereka sejak 2005.
Kangen Band bubar setelah pernyataan Dodhy di Instagram
Dalam unggahan yang dibagikan Dodhy, ia tampil tegas menyampaikan bahwa Kangen Band tidak lagi berjalan seperti sebelumnya. Ia menyebut ada kezaliman di dalam tubuh band, tanpa merinci lebih jauh persoalan apa yang dimaksud.
Di sumber pembanding, JPNN dan CNN Indonesia sama-sama mengabarkan bahwa Dodhy mengumumkan pembubaran lewat Instagram pribadinya. CNN Indonesia juga menyebut unggahan itu disertai foto lengkap para anggota Kangen Band dengan tulisan “BUBAR” di bagian bawah. Sementara JPNN menulis Dodhy mengaku sudah lama menyimpan rasa sakit atas persoalan yang terjadi.
Andika Mahesa, yang selama ini identik dengan Kangen Band, mengaku kaget saat kabar itu beredar. Dalam laporan Liputan6, ia mengatakan belum tahu maksud pernyataan Dodhy dan baru mendengarnya dari linimasa media sosial. Ia juga menyebut akan bertemu para personel lain untuk membicarakan hal itu.
Dari Cleopatra, lalu lahir di Bandar Lampung
Jejak Kangen Band bermula dari grup bernama Cleopatra. Dari situlah Dodhy membentuk formasi baru pada 2005 dan memberi nama Kangen Band. Formasi awalnya dibangun di Bandar Lampung pada 4 Juli 2005.
Dodhy tidak hanya menjadi pendiri, tapi juga gitaris dan pencipta lagu. Ia mengajak Tama sebagai gitaris, Bebe sebagai bassis, Izzy sebagai pemain keyboard, dan Baim di drum. Pada awalnya, Dodhy ikut mengisi vokal. Namun, karena mengalami masalah pada tenggorokan, ia kemudian mengajak Andika Mahesa yang saat itu berstatus kru untuk menjadi vokalis.
Kombinasi itu membentuk ciri khas Kangen Band. Suara Andika dinilai cocok dengan lagu-lagu ciptaan Dodhy, dan sejak saat itu nama mereka mulai menempel di telinga pendengar pop melayu Indonesia.
Naik dari jalur indie, lalu tembus nasional
Di masa awal, Kangen Band bergerak sebagai band indie. Mereka memproduksi lagu sendiri dan memperkenalkannya lewat radio. Salah satu lagu yang mendapat perhatian adalah “Penantian Yang Tertunda”. Lagu itu diputar di radio dan mulai memancing respons pendengar.
Kangen Band bahkan memakai cara yang sederhana untuk memperluas jangkauan: meminta orang-orang melakukan request lagu mereka. Strategi itu berjalan pelan, tapi efektif. Nama Kangen Band kian dikenal dan menarik perhatian pihak manajemen.
Pada 2006, mereka hijrah ke Jakarta dan tampil dalam acara HUT TVRI sebagai bagian dari perkenalan ke publik yang lebih luas. Dari titik itu, perjalanan mereka tak lagi sebatas band lokal Lampung. Mereka masuk ke panggung nasional.
Lagu-lagu yang membuat nama Kangen Band melekat
Di CNN Indonesia disebut album pertama Kangen Band adalah Tentang Aku Kau dan Dia yang dirilis pada 2007. Dari periode inilah publik makin akrab dengan lagu-lagu mereka yang mudah dinyanyikan dan cepat menempel di ingatan.
Beberapa lagu yang disebut dalam sumber pembanding antara lain “Yolanda”, “Doy”, dan “Terbang Bersamaku”. Judul-judul itu kemudian jadi bagian penting dari identitas Kangen Band di era 2000-an.
Itulah yang membuat kabar Kangen Band bubar terasa punya bobot lebih dari sekadar pernyataan internal band. Grup ini bukan cuma pernah aktif, tapi juga sempat mewakili selera musik arus utama pada masanya. Untuk pendengar yang tumbuh di era itu, nama Kangen Band langsung memanggil memori lama. Lagu, suara, dan fase-fase naik-turun mereka.
Implikasi kabar bubar bagi lagu dan panggung mereka
Di luar kabar emosionalnya, pernyataan Dodhy juga membuka pertanyaan praktis soal nasib karya-karya Kangen Band ke depan. JPNN menulis Dodhy sempat memberi peringatan kepada personel lain serta event organizer yang masih berkaitan dengan grup tersebut. Ia juga melarang mantan personel membawakan lagu-lagu yang merupakan ciptaannya.
Artinya, kabar ini bukan cuma urusan status band. Ada dampak langsung pada panggung, pembawaan lagu, dan relasi kerja di balik sebuah grup musik yang sudah berjalan sejak 2005. Bagi industri hiburan, keputusan seperti ini bisa memengaruhi jadwal pertunjukan, penggunaan repertoar, sampai cara promotor membaca ulang kerja sama yang sudah berjalan.
Sampai laporan ini ditulis, Andika menyebut belum ada pertemuan resmi dengan para personel. Ia memilih menunggu penjelasan langsung dari pihak terkait. Situasinya masih bergerak, dan langkah berikutnya kemungkinan ditentukan dari pertemuan internal yang disebut Andika akan segera dilakukan di Jakarta.
Di titik itu, nasib Kangen Band belum berhenti di satu unggahan Instagram. Penjelasan lanjutan dari para personel akan jadi penentu arah cerita berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.