Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Menyebar ke Lima Provinsi

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Menyebar ke Lima Provinsi
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Menyebar ke Lima Provinsi

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu malam, 6 September 2026, dan abu vulkaniknya terpantau menyebar ke lima provinsi. Dampaknya tidak kecil. Sejumlah wilayah di Sumatra dan Jawa masuk jalur sebaran, sementara status gunung di Selat Sunda itu masih Level III atau siaga.

Erupsi terbaru tercatat pukul 20.23 WIB, setelah episode erupsi yang sudah berlangsung sejak Jumat malam. Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut abu vulkanik bergerak ke Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu berdasarkan gabungan informasi erupsi, VONA dari PVMBG lewat Magma Indonesia, VAAC Darwin, serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG. Mengganggu. Dan serius.

Sebaran abu menjalar lintas wilayah

Data BMKG yang dirujuk dalam laporan terpisah menunjukkan ada dua klaster sebaran abu. Klaster pertama terpantau pada ketinggian hingga 20.000 kaki, bergerak ke arah timur laut hingga selatan, meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Klaster kedua berada pada ketinggian hingga 50.000 kaki, bergerak ke barat daya hingga barat laut dan menjangkau Banten hingga wilayah lain di Sumatra.

Bahkan, laporan BBC Indonesia mencatat sebaran abu ini menjangkau hingga enam provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra. Di Lampung, abu disebut menyebar dari Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran sampai Tanggamus. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan sesak napas. Udara terasa berat.

Erupsi berubah karakter dalam 25 jam

Aktivitas Anak Krakatau juga mengalami perubahan karakter. Badan Geologi melalui akun Threads @badan.geologi menyebut episode erupsi menerus yang dimulai pada Jumat, 4 September, pukul 23.07 WIB, berakhir pada Minggu, 6 September, pukul 00.04 WIB. Totalnya 25 jam. Setelah itu, gunung ini masuk fase letusan strombolian.

Jenis letusan strombolian dikenal sebagai letusan dengan ledakan relatif ringan, namun bisa berlangsung lama dan berulang. Badan Geologi menyebut tiga kali erupsi strombolian terjadi sesudah episode erupsi menerus berakhir. Pemantauan tetap berjalan. Ketat.

Siaga masih berlaku, pemantauan belum berhenti

Di tengah status siaga itu, Anak Krakatau masuk daftar enam gunung api berstatus Level III di Indonesia saat ini. Lima gunung lain juga menyandang status serupa, menunjukkan aktivitas vulkanik nasional sedang berada pada fase yang perlu diawasi rapat. Untuk publik, Badan Geologi mengingatkan pembaruan status gunung api mesti dipantau dari kanal resmi, termasuk MAGMA Indonesia yang memperbarui data secara quasi real-time.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menegaskan penyebaran abu terpantau melalui rangkaian informasi resmi dari PVMBG, VAAC Darwin, dan citra satelit Himawari-9. Pemerintah belum mengendurkan pemantauan. Selama abu masih melayang di atmosfer, perhatian utama tetap sama: jalur sebaran, kondisi udara, dan keselamatan penerbangan. Pukul 20.23 WIB jadi penanda terbaru.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda