SERANG — Partai Golkar Provinsi Banten turun langsung ke lapangan membantu masyarakat menghadapi bahaya abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Melalui program ‘Golkar Banten Peduli’, pengurus dan kader partai membagikan masker di sepanjang jalan nasional Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, wilayah yang paling dekat dengan lokasi gunung.
Aksi ini merupakan respons konkret terhadap menyebarnya abu vulkanik yang mengancam kesehatan pernapasan warga di sekitar Selat Sunda. Abu tersebut telah mencapai sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Sumatra sejak Sabtu lalu (6 September).
“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar dan berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya bagi sistem pernapasan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” kata Andika Hazrumy, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten.
Kecamatan Anyer sebagai daerah pantai yang berbatasan langsung dengan lokasi Gunung Anak Krakatau menjadi fokus utama distribusi masker. Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Banten, Bahrul Ulum, menekankan bahwa udara di wilayah tersebut telah terkontaminasi abu vulkanik, dan dampaknya meluas ke area lain di sekitarnya.
Ancaman Kesehatan Berluas
Penyebaran abu vulkanik ini bukan hanya masalah lokal Anyer atau Serang saja. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi dua klaster sebaran yang menjangkau wilayah lebih luas. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih bertahan di Level III atau Siaga menunjukkan potensi eskalasi yang perlu diwaspadai.
Dampak abu vulkanik tidak terbatas pada gangguan kesehatan pernapasan. Gangguan juga telah dirasakan di sektor penerbangan dan pelayaran, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Beberapa penerbangan terpaksa diatur ulang jadwal akibat visibilitas udara yang menurun.
Panggilan Lebih Luas dari Legislator
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Dia menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti sekadar pada pemantauan aktivitas gunung atau peringatan dini.
Perhatian harus mencakup ketersediaan makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan perlindungan pernapasan khususnya untuk kelompok rentan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, juga mendesak pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dia menilai bahwa dampak yang meluas ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menguji kesiapan lintas sektor — mulai dari pemantauan gunung api, mitigasi tsunami, perlindungan kesehatan, keselamatan penerbangan, hingga kesiapan pemerintah daerah.
“Pemerintah tidak boleh kembali hadir terlambat setelah korban berjatuhan. Saatnya membuktikan bahwa negara mampu bertindak pada fase peringatan,” kata Ateng pada Senin (7 September).
Andika Hazrumy mengajak seluruh pengurus Partai Golkar dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk turut membantu warga dalam mengantisipasi dampak negatif abu vulkanik.
Distribusi masker yang dilakukan Golkar Banten menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat diikuti oleh organisasi lain dan berbagai pihak.
Kunci dari penanganan situasi seperti ini adalah kesadaran kolektif dan tindakan responsif dari semua lapisan masyarakat dan pemerintah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.