JAKARTA — Korps Samapta Baharkam Polri mempersiapkan respons darurat berskala besar menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Sebanyak 299 personel telah disiapkan bersama 10 ekor K9, kendaraan rescue, dan peralatan SAR lengkap untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan cepat jika situasi memburuk.
Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, menekankan bahwa kesiapsiagaan ini bukan bentuk alarmisme, melainkan komitmen negara menjamin masyarakat tidak menghadapi darurat sendirian. “Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/9).
Skala Persiapan dan Peralatan
Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana telah dilaksanakan di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri pada Minggu (6/9), dengan Inspektur Jenderal Polisi Nazli sebagai pemimpin. Peralatan yang disiapkan mencakup dapur lapangan, kendaraan karhutla, masker, dan berbagai perlengkapan SAR pendukung.
Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya telah menerima perintah untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan mandiri dan memastikan personel siap memberikan pelayanan. Patroli akan diperkuat di area permukiman, jalur lalu lintas, wilayah pesisir, dan lokasi akses strategis masyarakat.
Respons Multifungsi Polri di Lapangan
Trunoyudo menegaskan kehadiran Polri dalam situasi bencana mencakup lebih dari sekadar pengamanan. Tim SAR, Perintis, Satwa, dan K9 siap digerakkan untuk pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan. “Polri hadir untuk membantu masyarakat, menjaga kelancaran aktivitas, membuka akses, melakukan patroli, membantu evakuasi, serta melaksanakan pencarian dan pertolongan,” jelasnya.
Dampak nyata dari kesiapsiagaan ini adalah respons cepat bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan. Ketika erupsi susulan terjadi atau sebaran abu vulkanik mengganggu mobilitas, masyarakat akan menemukan personel Polri yang sudah terlatih dan terposisi strategis untuk penyelamatan, pencarian, dan pembukaan akses.
Kanal Komunikasi dan Imbauan Publik
Layanan Polisi 110 telah diaktifkan sebagai saluran utama masyarakat meminta bantuan. Saat menghubungi nomor darurat, masyarakat diminta menyampaikan informasi jelas: lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, jenis bantuan dibutuhkan, dan nomor kontak yang dapat dihubungi kembali.
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, sekaligus mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
Khusus di area terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata disarankan sesuai rekomendasi instansi kesehatan.
Aktivitas Anak Krakatau yang terus dipantau sejak erupsi menerus sekitar 25 jam lalu masih membawa potensi susulan. Sebaran abu vulkanik telah mempengaruhi sejumlah wilayah di Banten dan Lampung, serta mengganggu operasional penerbangan. Trunoyudo menutup imbauan dengan pesan yang gamblang: “Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.