Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Juara Festival Olahraga Tradisional Depok Siap Unjuk Gigi di Jabar

Juara Festival Olahraga Tradisional Depok Siap Unjuk Gigi di Jabar
Juara Festival Olahraga Tradisional Depok Siap Unjuk Gigi di Jabar. (Ilustrasi: AI)

Juara Festival Olahraga Tradisional Pelajar SD Kota Depok 2026 tak berhenti di Stadion Mini Sukatani. Para pemenang dari ajang yang digelar pada Kamis, 3 September 2026, itu akan melangkah ke level Jawa Barat.

Laga mereka belum selesai. Di depan, ada tantangan yang lebih besar dan lawan yang lebih berpengalaman. Bagi pelajar-pelajar SD dari 11 kecamatan itu, tiket juara kota menjadi pintu menuju panggung provinsi.

Depok Kirim Juara dari Lima Permainan Tradisional

Festival olahraga tradisional tahun ini mempertandingkan lima cabang, yakni Terompah, Enggrang, Hadangan, Dagogan, dan Sumpitan. Ratusan pelajar sekolah dasar larut dalam pertandingan yang menguji ketangkasan, keseimbangan, strategi, dan kerja sama tim. Semua berlangsung di Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok, Eko Herwiyanto, membuka langsung kompetisi itu pada pagi hari. Ia menegaskan festival ini tak sekadar soal medali. Ada misi yang lebih besar: menjaga permainan warisan leluhur tetap hidup di kalangan anak-anak sekolah dasar.

“Salah satu tujuan dari diselenggarakannya festival olahraga tradisional pada hari ini tentu saja dalam rangka melestarikan salah satu budaya bangsa,” kata Eko saat pembukaan.

Warisan Leluhur yang Masih Hidup di Lapangan

Eko juga menyebut olahraga tradisional sebagai aktivitas fisik yang memuat keterampilan, ketangkasan, dan kerja sama tim. Tiga unsur itu terlihat jelas di tiap nomor. Di enggrang, peserta dituntut menjaga keseimbangan. Di terompah, ritme tim jadi kunci. Di hadangan dan dagogan, kekuatan dan koordinasi saling bertemu. Sumpitan pun menuntut ketepatan.

Festival ini juga memberi ruang bagi pelajar untuk lepas sejenak dari gawai. Ratusan siswa dari 11 kecamatan ikut ambil bagian. Mereka datang dengan semangat sekolah masing-masing, dan lapangan Stadion Mini Sukatani jadi ramai sejak pagi. Sorak kecil dari pinggir arena, aba-aba guru pendamping, sampai wajah tegang para peserta, semua membuat suasana terasa hidup.

Kehadiran festival ini memperlihatkan olahraga tradisional masih punya tempat di sekolah dasar. Bukan sekadar nostalgia. Ada pembinaan. Ada regenerasi.

Langkah Berikutnya ke Level Jawa Barat

Dengan status juara kota, para peserta terbaik Depok akan membawa nama daerah ke ajang tingkat Jawa Barat. Itu berarti persaingan akan naik satu tingkat. Ritme pertandingan bakal lebih ketat, dan konsentrasi jadi harga mati. Tim yang lolos dari Depok akan membawa pengalaman bertanding, sekaligus tekanan untuk menjaga prestasi di panggung yang lebih luas.

Bagi Pemkot Depok, ajang ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan bergerak kepada pelajar sejak dini. Di sisi lain, festival ini juga menghidupkan kembali permainan yang dulu akrab di halaman sekolah dan lingkungan kampung. Depok sudah menyiapkan juaranya. Sekarang giliran mereka melihat sejauh mana langkah itu bisa bertahan di Jawa Barat.

(AS)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda