Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Diego Moreira Tepis Beban Harga Mahal dan Bidik Tempat di Milan

Diego Moreira datang ke AC Milan dengan label besar. Winger asal Belgia itu masuk daftar rekrutan mahal Rossoneri musim panas ini dan langsung menegaskan bahwa banderol 50 juta euro tidak membuatnya gentar.

Bagi Moreira, angka itu justru berubah jadi tanda kepercayaan. Milan memboyongnya dari Strasbourg, dan sang pemain memilih melihat harga transfer sebagai tanggung jawab. Satu pesan jelas untuk Milanisti: ia ingin membalas investasi klub dengan permainan di lapangan.

Harga tinggi, tekanan tidak ikut naik

Moreira menyampaikan sikap tenang saat menanggapi sorotan atas statusnya sebagai rekrutan termahal kedua AC Milan. Ia menolak narasi bahwa dirinya kini berada di bawah tekanan ekstra. “Saya tidak akan mengatakan saya merasa tertekan. Sebaliknya, saya merasa terhormat,” ujarnya, seperti dikutip dari laporan Merahputih.com.

Ucapan itu penting. Milan menaruh kepercayaan besar pada pemain kelahiran 2004 itu, dan Moreira sadar ekspektasi selalu berjalan seiring dengan harga mahal. Tapi ia tidak membiarkan angka itu menguasai pikirannya. Yang ia pikirkan sekarang sederhana: membuktikan bahwa keputusan klub tepat.

Lebih dari sekadar transfer, kepindahan ini juga menempatkannya dalam pusaran proyek besar Milan musim panas ini. Nama Moreira muncul di antara rekrutan anyar yang memperkuat skuad Ruben Amorim, bersama sejumlah pemain lain yang ikut mengubah wajah tim. Di kubu Rossoneri, kedatangannya dibaca sebagai tambahan tenaga yang bisa memberi variasi di sektor sayap.

Serbabisa dan disukai Amorim

Yang membuat Milan berani bergerak adalah profil Moreira sendiri. Ia dikenal serbabisa, berkaki kiri dominan, dan bisa dimainkan di banyak posisi: sayap kiri, sayap kanan, sampai di belakang penyerang sebagai trequartista. Fleksibilitas seperti ini jarang datang murah. Apalagi di level klub sebesar Milan.

Di lapangan, Amorim disebut melihat Moreira sebagai opsi utama untuk sisi kiri, dengan persaingan yang tetap ketat di sektor tersebut. Saat masih membela Strasbourg, ia lebih sering tampil sebagai winger kanan dalam skema 4-2-3-1. Sebelumnya, masa tumbuhnya di akademi Benfica sempat membuat namanya dipandang sebagai talenta besar. Ia juga pernah menutup musim bersama Salzburg dengan catatan lima gol dan sembilan assist dalam 42 penampilan.

Debut kilat dan persaingan tempat utama

Di Serie A, proses adaptasi Moreira berjalan cepat. Ia sempat hanya duduk di bangku cadangan pada laga pembuka Milan, lalu masuk daftar skuad untuk lawatan ke Torino. Namun, debutnya belum datang saat itu. Milan tetap menang 2-1 di Stadio Olimpico Grande Torino, sementara Moreira menunggu di pinggir lapangan.

Situasinya tidak membuat pintu tertutup. Justru sebaliknya. Setelah laga itu, Ruben Amorim memberi sinyal bahwa sang winger harus siap menjalani persaingan sengit untuk merebut satu tempat inti, terutama di sektor kanan. Moreira sendiri mendapat satu pekan penuh latihan bersama tim, waktu yang krusial untuk menyerap prinsip permainan Amorim yang menuntut intensitas tinggi.

Di luar lapangan, minat terhadap Moreira juga tidak datang dari Italia saja. Sebelumnya, sejumlah klub top Inggris, Jerman, dan Italia ikut memantau situasinya, sementara laporan lain menyebut Chelsea punya klausul pembelian kembali dalam kontraknya. Tapi Milan bergerak paling cepat. Dan kini, semua mata tertuju pada langkah berikutnya: kapan pemain 22 tahun itu benar-benar turun untuk pertama kali memakai seragam merah-hitam.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda