JAKARTA — Pusat perbelanjaan di Jabodetabek tetap beroperasi normal meskipun abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah tersebut. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) belum mengeluarkan kebijakan khusus untuk menutup atau membatasi operasional mal-mal anggotanya.
Pokok Peristiwa
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan, hingga Minggu (6/9), seluruh pusat perbelanjaan anggota APPBI menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa himbauan khusus. “Sampai dengan saat ini semua Pusat Perbelanjaan anggota APPBI masih beroperasi normal sebagaimana biasanya,” ujarnya kepada kumparan.
Keputusan mal tetap buka ini berbeda dengan langkah-langkah di sektor transportasi. Erupsi Anak Krakatau membuat sejumlah bandara mengalami gangguan. Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (6/9) sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.
Konteks
Dampaknya, rute penerbangan terganggu. Tim Persija Jakarta, yang baru saja menang 1-0 atas Borneo FC di Samarinda pada Sabtu (5/9), terpaksa mengubah jadwal kepulangan dan menempuh rute berliku: Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta, menggabungkan perjalanan darat dan udara.
Kemenakan ini penting bagi konsumen karena aktivitas belanja, hiburan, dan daya tarik mal-mal tersebut tetap dapat diakses tanpa gangguan. Selain itu, ribuan karyawan di pusat perbelanjaan dapat terus bekerja, meski beberapa sektor lain seperti penerbangan dan pendidikan telah menerapkan kebijakan penyesuaian.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai membahas skema Work From Home (WFH) bagi pekerja swasta menyusul paparan abu vulkanik. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan pihaknya masih memantau sejauh mana dampak erupsi tersebut terhadap masyarakat dan pekerja.
Sementara KemenPANRB menyerahkan keputusan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) kepada pimpinan masing-masing instansi.
Situasi ini menunjukkan pendekatan berbeda setiap sektor dalam merespons bencana alam. Sektor perdagangan, termasuk pusat perbelanjaan, memilih tetap beroperasi setelah mengevaluasi risiko, sementara sektor publik dan transportasi mengambil langkah-langkah pencegahan lebih ketat untuk melindungi karyawan dan masyarakat dari paparan abu vulkanik yang berkelanjutan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.