ACEH TENGAH — Seorang anak berusia sembilan tahun bernama Nazila meninggal tertimpa longsoran saat mengikuti acara arisan keluarga di Desa Sanehen. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah sejak Minggu sore (13/9) memicu bencana ini sekitar pukul 18.15 WIB, mengguncang tujuh kampung di empat kecamatan berbeda.
Longsor yang melanda Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara meninggalkan satu korban jiwa dan 13 orang luka-luka. Material tanah dan lumpur menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten, sementara empat rumah warga mengalami kerusakan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan membenarkan data korban dalam keterangannya Senin (14/9). “Berdasarkan pendataan sementara, satu warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka,” ungkapnya. Petugas masih melanjutkan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah Andalika menjelaskan kejadian secara rinci. Saat longsor melanda rumah milik Aliyah (74) di Desa Sanehen, kegiatan arisan keluarga sedang berlangsung dengan kehadiran kerabat dari Desa Paya Reje dan Kampung Bintang. Dari insiden tersebut, enam warga Sanehen dan tujuh orang dari luar desa mengalami luka-luka.
Kerusakan Infrastruktur dan Akses Terganggu
Kerusakan bangunan mencapai empat rumah: dua unit rusak berat, satu rusak sedang, dan satu terimbas longsoran. Ketiga belas korban luka telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Datu Beru, Aceh Tengah, sementara korban meninggal telah dibawa ke rumah duka di Desa Paya Reje.
Dampak longsor tidak hanya pada bangunan. Jalan Takengon-Bintang di Pagar Merah tertutup material longsor, namun tim gabungan berhasil membuka akses sekitar pukul 20.00 WIB pada hari yang sama. Situasi lebih serius terjadi di Jalan Pepalang-Berawang Gading di sekitar Kampung Kuyun, di mana longsoran tidak hanya menutup badan jalan tetapi juga merusak jembatan Aramco sehingga akses masih terganggu.
BPBD Aceh Tengah langsung bergerak dengan mengerahkan dua unit alat berat: satu wheel loader dan satu excavator untuk membersihkan material longsor. Proses pembersihan terus berlanjut untuk membuka kembali akses jalan dan mendukung aktivitas masyarakat.
Peringatan Ancaman Longsor Susulan
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Lembaga kebencanaan nasional mengimbau masyarakat Aceh Tengah dan sekitarnya tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan berintensitas tinggi atau berlangsung lama.
Warga yang berada di sekitar lereng dan tebing diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retak rambut di permukaan atau suara gemuruh tanah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.