Minggu, 13 September 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

352 Siswa Keracunan MBG di NTB, NasDem: Padahal Sudah Banyak SPPG Di-suspend

Dapur sekolah dengan standar higiene dan pemenuhan gizi di Lombok Tengah NTB untuk Makan Bergizi Gratis
Pengawasan keamanan pangan di dapur penyelenggara MBG menjadi kunci mencegah insiden keracunan massal pada siswa SD. (. (Ilustrasi: AI)

Sebanyak 352 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala keracunan.

Peristiwa nahas ini terjadi sesaat setelah mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak pengelola. Laporan di lapangan menunjukkan anak-anak tersebut mengalami pusing hebat disertai muntah-muntah tak terkendali.

Insiden ini sontak memantik amarah Irma Chaniago, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem. Ia mengaku heran mengapa kasus serupa masih saja berulang, padahal pemerintah sudah berulang kali menjatuhkan sanksi penghentian sementara atau suspend terhadap unit-unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dianggap nakal.

Lemahnya Pengawasan di Balik Dapur

Irma menyoroti standar kelayakan yang seolah diabaikan begitu saja. Banyak SPPG sebenarnya sudah pernah dipantau lantaran tidak memenuhi syarat mutlak, seperti sertifikat Laik Higiene maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, ketika dapur tetap beroperasi dan menghasilkan makanan yang membuat ratusan siswa tumbang, ia mempertanyakan integritas pengawas di lapangan.

Menurut Irma, ada yang salah dengan kinerja sumber daya manusia di tingkat operasional. Ia secara tegas meminta agar seluruh SDM dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertugas di SPPG tersebut segera diganti. Baginya, jika sistem pengawasan berjalan dengan benar, makanan yang tidak higienis mustahil bisa keluar dari dapur untuk didistribusikan kepada anak-anak sekolah.

“Ini masalah tanggung jawab. Seharusnya tidak boleh ada makanan bermasalah yang lolos dari dapur jika mereka bekerja dengan benar,” tegas Irma saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu (13/9/2026).

Kondisi Korban dan Langkah Satgas

Di sisi lain, respons cepat dilakukan oleh Satuan Tugas Pengawasan MBG Lombok Tengah. Begitu laporan keracunan masuk, tim langsung memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis di puskesmas-puskesmas terdekat. Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, sempat meninjau lokasi kejadian bersama jajaran pemerintah daerah untuk memastikan penanganan medis berjalan lancar.

Kabar baik mulai muncul dari puskesmas. Lalu Firman menyatakan bahwa kondisi mayoritas siswa berangsur stabil. Beberapa di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani observasi medis intensif selama beberapa waktu.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 13 September 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir