Jenderal Abdourahmane Abou Zataka dipromosikan untuk menggantikan Kiaou sebagai kepala staf angkatan darat. Sementara itu, Jenderal Ismael K Sidi Omar ditetapkan sebagai wakil komandan baru staf umum, menurut siaran RFI.
Sidi Omar sebelumnya memimpin Pangkalan 101, pangkalan bandara yang menjadi pusat mutiny, dan tetap setia kepada Tchiani sepanjang krisis berlangsung. Penunjukan Sidi Omar menegaskan strategi pemerintah untuk menempatkan figur-figur loyal di posisi kunci.
Konstelasi Kekuasaan yang Rapuh
Perombakan ini mengungkapkan betapa rapuhnya kontrol rezim militer Tchiani, meskipun telah berkuasa selama lebih dari setahun. Pemerintah menekan bahwa mereka mengambil alih dari Presiden Mohamed Bazoum yang dipilih secara demokratis pada Juli 2023, dengan alasan pemerintah sipil gagal mengendalikan kelompok bersenjata dan kekerasan. Bazoum tetap ditahan sejak kudeta itu.
Sejak mengambil kekuasaan, Niger memutuskan ikatan militer dengan Perancis dan Amerika Serikat serta mendekat ke Rusia. Namun, situasi keamanan terus memburuk. Pemerintah menuduh Perancis berada di balik mutiny bulan lalu — tuduhan yang ditolak pemerintah Perancis sebagai “fantasi murni.”
Upaya pemerintah militer Niger untuk menstabilkan kendali melalui reshuffle kepemimpinan ini menunjukkan bahwa delapan minggu setelah mutiny gagal, rezim Tchiani masih berjuang merebut kepercayaan pasukannya sendiri.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.