Keberadaan MPA juga memangkas jarak antara perusahaan dan masyarakat. Tidak ada lagi curiga. Keduanya kini berdiri di pihak yang sama: menjaga hutan dari ancaman si jago merah. Jika hutan aman, ekonomi warga bisa berjalan lancar tanpa terganggu oleh gagal panen atau gangguan kesehatan akibat asap.
Menjalin Kemitraan Strategis
Model kolaborasi seperti ini menjadi kunci penting di masa sekarang. Perubahan iklim membuat cuaca sulit ditebak, namun kesiapsiagaan warga bisa jadi penentu. Pelatihan di Peladangan ini bukan cuma soal memberikan peralatan pemadam api, melainkan menanamkan pola pikir bahwa hutan adalah milik bersama yang harus dijaga.
Anggota MPA yang sudah dilantik kini memikul tanggung jawab besar. Mereka adalah mata dan telinga desa. Setiap ada gerak-gerik api, mereka harus sigap melapor dan bertindak sesuai standar yang telah diajarkan. PT Rimba Lazuardi berjanji untuk terus melakukan pendampingan berkala, memastikan anggota MPA tidak hanya punya skill di atas kertas, tapi juga mental yang siap saat terjun ke lapangan.
Langkah preventif ini diharapkan bisa menular ke desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hulu. Dengan sinergi yang makin kuat antara sektor swasta dan warga lokal, risiko bencana kebakaran yang setiap tahun menghantui wilayah ini perlahan bisa diminimalisir.
Kini, warga Peladangan tak perlu lagi menunggu bantuan datang dari jauh saat asap mengepul; mereka sudah punya barisan sendiri yang siap melawannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.