JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Fenomena Bulan hari ini, Selasa 15 September 2026, masih membawa dampak signifikan, terutama bagi warga pesisir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan resmi terkait potensi banjir rob yang dipicu oleh aktivitas bulan.
Meskipun bulan purnama baru akan tiba dalam 11 hari ke depan, efek gravitasi bulan tetap kuat terasa di perairan Indonesia. Masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat hari ini adalah periode terakhir dari peringatan yang dikeluarkan BMKG.
Banjir Rob Mengancam Pesisir Akibat Fase Bulan Baru
Masyarakat di kawasan pesisir perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 13 hingga 15 September 2026. BMKG menjelaskan bahwa peningkatan ketinggian air laut maksimum ini berkaitan erat dengan Fenomena Fase Perigee pada 7 September 2026, yaitu ketika bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, dan Fase Bulan Baru pada 11 September 2026.
Dampak dari fenomena ini adalah air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Ini termasuk Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah metropolitan seperti DKI Jakarta. Ancaman serupa juga meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga sebagian Kalimantan dan Maluku. Puncak rob pada 15 September menandai hari terakhir periode peringatan BMKG.
Oleh karena itu, bagi warga yang tinggal di pesisir seperti Palembang, Lampung, atau Jakarta Utara, penting untuk bersiap menghadapi kenaikan air laut sore ini.
Konjungsi Bulan & Venus Semalam: Keindahan Langit Tanpa Mitos
Tadi malam, 14 September 2026, langit Indonesia dihiasi pemandangan indah Bulan sabit yang bersanding dekat dengan planet Venus. Fenomena ini menarik perhatian banyak pengamat langit.
Observatorium Bosscha ITB menjelaskan bahwa okultasi Venus secara penuh, yaitu saat Venus tertutup piringan Bulan, hanya dapat diamati dari wilayah tertentu. Area ini mencakup sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, dan sebagian kecil Kalimantan Barat. Sebagai contoh, warga Palembang di Sumatera dapat menyaksikan Venus tertutup sementara oleh piringan Bulan sekitar pukul 19.30–20.43 WIB. Di wilayah lain, seperti Maluku, yang terlihat adalah konjungsi atau kedekatan tampak antara Bulan dan Venus, bukan okultasi.
Venus tampak sangat terang karena posisinya yang relatif dekat dengan Bumi dan kemampuannya memantulkan cahaya Matahari dengan sangat kuat. Fenomena langit ini, menurut para ahli, adalah bagian dari dinamika alami benda-benda langit dan bukan pertanda mistis apa pun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.