JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa, 15 September 2026. Hingga pukul 11.31 WIB, IHSG tercatat anjlok 0,93% atau 60,61 poin, parkir di level 6.474,09. Gerak indeks sempat menyentuh level terendah intraday di 6.461,01 sebelum istirahat makan siang.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sehari sebelumnya. Data menunjukkan tekanan jual mendominasi pasar, menekan IHSG setelah sempat dibuka menguat tipis.
Pergerakan IHSG Siang Ini
Berdasarkan data COMPOSITE:IDX per 15 September 2026 pukul 11.31.10 WIB, kondisi perdagangan IHSG adalah sebagai berikut:
| Data | Angka |
|---|---|
| Posisi Terakhir | 6.474,09 |
| Perubahan | -0,93% (-60,61) |
| Penutupan Lalu | 6.534,69 |
| Pembukaan | 6.544,77 |
| Tertinggi Hari Ini | 6.549,60 |
| Terendah Hari Ini | 6.461,01 |
| Status | Istirahat makan siang |
Grafik 1 jam perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 6.544,77 dan sempat menyentuh 6.549,60 di awal sesi. Namun, tekanan jual terus mendera, menyeret indeks hingga ke titik terendah 6.461,01 sebelum memasuki jeda istirahat.
Konteks Pasar dan Sentimen Global
Pelemahan IHSG hari ini terjadi setelah pada Senin (14/9/2026) indeks ditutup melemah tipis 0,1% pada level 6.534,6. Phintraco Sekuritas sebelumnya memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 6.400-6.600 pada perdagangan Selasa ini, yang mana pergerakan siang ini masih berada dalam kisaran tersebut.
Sentimen global turut mempengaruhi pasar, seperti harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel. Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati pelantikan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Perubahan di pucuk Kementerian Keuangan ini menimbulkan spekulasi dan kehati-hatian di kalangan investor.
Faktor Pemicu Anjloknya IHSG
Beberapa faktor disinyalir menjadi pemicu anjloknya IHSG pada perdagangan sesi pertama ini:
- Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Setelah IHSG sempat menguat terbatas sore kemarin karena isu reshuffle Menkeu, investor memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan.
- Tekanan Global: Harga minyak mentah yang bertahan di atas US$100 dan pelemahan bursa regional Asia menciptakan sentimen negatif yang merambat ke pasar domestik.
- Arus Dana Asing (Net Sell): Pola jual bersih oleh investor asing masih berlanjut. Tercatat, kemarin investor asing melakukan net sell sebesar Rp350 miliar, dan diperkirakan berlanjut hari ini.
- Faktor Teknis: Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, dan Stochastic RSI berada di area oversold, mengindikasikan belum adanya sinyal pembalikan arah yang kuat.
Proyeksi dan Rekomendasi Investor
Secara teknikal, level support kritis IHSG saat ini berada di 6.400 – 6.460, sementara level resistance ada di 6.550 – 6.600. Jika level 6.461 yang sempat tersentuh hari ini jebol dan tidak mampu bertahan, IHSG berpotensi menguji level yang lebih rendah di 6.370 – 6.290, berdasarkan proyeksi dari MNC Sekuritas.
Bagi investor ritel, penurunan ke level 6.474 ini bisa menjadi momentum untuk melakukan strategi average down pada saham-saham dengan fundamental yang kuat. Namun, para trader jangka pendek disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang kemungkinan akan terjadi menjelang penutupan sesi sore.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.