Kamis, 17 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

The Fed Suku Bunga September 2026 Naik 25 Bps ke 3,75-4,00%: FOMC Unanimous Hike Pertama Sejak 2023

The Fed Suku Bunga September 2026
The Fed Suku Bunga September 2026 Naik 25 Bps ke 3,75-4,00%: FOMC Unanimous Hike Pertama Sejak 2023. Credit: Dok. JournalArta

Keputusan The Fed ini langsung memicu reaksi di pasar global. Indeks saham S&P 500 (SPX) di Amerika Serikat berbalik negatif, meskipun sempat naik tipis setelah pengumuman. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun juga naik, menembus level 5%.

Dolar AS menguat ke level tertinggi tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh kenaikan imbal hasil Treasury jangka pendek. Di Asia, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4%, sementara Nikkei Jepang menguat 0,5%.

Bagi Indonesia, penguatan dolar AS ini diperkirakan akan menekan Rupiah, yang dapat bergerak di kisaran Rp16.300-an per dolar AS. Hal ini berpotensi memicu arus modal keluar dari obligasi pemerintah (SBN). Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di 5,75% untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Di sisi lain, sektor perbankan di IHSG perlu waspada terhadap tekanan, sementara harga minyak global yang turun dapat membebani ekspor komoditas. Kenaikan suku bunga The Fed juga dapat mempengaruhi bank sentral lain, dengan Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, sementara Bank of Japan hampir pasti akan menaikkan suku bunga pada Jumat mendatang.

Analis menyatakan, keputusan The Fed ini sebagian besar bertujuan memulihkan kredibilitasnya. Kenaikan yang bulat menunjukkan bahwa perdebatan mengenai masalah inflasi telah berakhir dan The Fed serius mengambil tindakan.

Mengapa The Fed Naikkan Suku Bunga?

Meskipun ada seruan dari Presiden Donald Trump dan beberapa pihak di pemerintahannya untuk menurunkan suku bunga, para ekonom meyakini pemotongan suku bunga tidak menjadi opsi. Sebaliknya, The Fed dihadapkan pada pilihan antara menaikkan atau mempertahankan suku bunga.

Data ekonomi AS menjadi dasar keputusan ini. Amerika Serikat mencatat penambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Namun, inflasi yang melonjak akibat tarif dan perang dengan Iran menjadi perhatian utama. Stabilitas harga, menurut The Fed, tidak akan tercipta dengan sendirinya tanpa intervensi.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair