MEDAN — Ratusan pegawai Pertamina EP (PEP) Rantau Field tiba-tiba menghentikan pekerjaan saat sirene peringatan dini berbunyi. Tanpa ragu, mereka mengambil dokumen penting dan berjalan menuju titik kumpul sesuai jalur evakuasi yang telah ditetapkan.
Kendaraan pengangkut langsung menjemput mereka menuju Lapangan Golf Rantau, di mana petugas siap mengarahkan ratusan pekerja, mitra kerja, dan masyarakat sipil.
Ini bukan bencana sungguhan. Ini adalah simulasi penanggulangan bencana banjir skala besar yang diselenggarakan PEP Rantau Field—langkah strategis untuk menguji dan memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di kawasan Aceh Tamiang.
Alasan Simulasi Diperlukan
Banjir besar akibat curah hujan ekstrem menunjukkan bahwa cara lama dalam penanggulangan bencana sudah tidak cukup. Wilayah ini membutuhkan respons yang lebih cepat dan terukur. Simulasi khusus ini difokuskan pada kecepatan evakuasi kelompok rentan—lansia, anak-anak, dan ibu hamil—untuk menekan potensi jatuhnya korban dan memastikan setiap orang mendapat perlindungan optimal.
“Simulasi ini menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan sebelum dan sesudah bencana hidrometorologi,” jelas Tomi Wahyu Alimsyah, Field Manager Pertamina EP Rantau Field. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar teori, melainkan praktik langsung proses evakuasi hingga penanganan di lokasi pengungsian.
Edukasi Praktis untuk Ratusan Peserta
Manajemen PEP Rantau Field memberikan edukasi praktis kepada setiap peserta. Materi mencakup pengenalan tanda-tanda bencana, cara mengikuti arahan petugas, hingga proses evakuasi menuju tempat pengungsian.
Kegiatan melibatkan lebih dari ratusan orang—pelajar, pekerja di rumah sakit, keluarga pekerja, mitra kerja, bahkan perwakilan warga Kecamatan Rantau—memastikan seluruh pihak mendapat edukasi yang sama.
Noor Arif Sultan Bahari, salah satu mitra kerja yang terlibat, menyatakan simulasi ini sangat bermanfaat. “Sudah menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan pekerja dan mitra kerja sebelum dan sesudahnya,” katanya. Baginya, kepedulian manajemen terhadap keselamatan adalah bentuk nyata komitmen perusahaan.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Tomi Wahyu menambahkan bahwa harapannya semua peserta sudah teredukasi menghadapi banjir. “Ketika melakukan evakuasi lebih cepat, dampak buruk dari banjir bisa lebih kecil atau dihilangkan,” ungkapnya. Simulasi ini juga menjadi acuan untuk persiapan lebih lanjut—masih banyak detail yang perlu disempurnakan sebelum bencana benar-benar tiba.
Pendekatan serupa telah terbukti efektif di institusi lain. Lapas Perempuan Jambi, misalnya, baru-baru ini menandatangani kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kabupaten Muaro Jambi untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan. Kolaborasi lintas instansi seperti ini menunjukkan tren positif: organisasi di Indonesia semakin serius dalam membangun sistem tanggap bencana.
Profil PEP Rantau Field
PT Pertamina EP Field Rantau adalah wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Operasionalnya berada di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara. Area tersebar di dua kabupaten/kota, mencakup empat kecamatan dan puluhan desa.
Perusahaan juga menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Simulasi bencana hidrometeorologi ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.