Sabtu, 19 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Telegram Terbaru 2026: 11 Fitur Baru Canggih, Channel Serupa & Transkripsi Suara Gratis, Tapi Masuk Daftar Risiko Tinggi di Indonesia

Telegram Terbaru 2026
Telegram Terbaru 2026: 11 Fitur Baru Canggih, Channel Serupa & Transkripsi Suara Gratis, Tapi Masuk Daftar Risiko Tinggi di Indonesia. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Telegram meluncurkan pembaruan besar di akhir tahun 2026, memboyong 11 fitur baru sekaligus untuk 950 juta pengguna global. Namun, di saat bersamaan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia mengumumkan Telegram masuk daftar platform berisiko tinggi bagi anak.

Pembaruan aplikasi ini mencakup beragam kemampuan baru, mulai dari rekomendasi channel hingga transkripsi suara gratis. Namun, status risiko tinggi di Indonesia membawa konsekuensi serius bagi operasional Telegram, khususnya terkait perlindungan anak di bawah usia 16 tahun.

11 Fitur Baru Telegram di Versi Teranyar

Dilansir dari situs resmi telegram.org, pembaruan versi 11.4.0 ini menghadirkan berbagai peningkatan signifikan. Pengguna dan admin channel kini memiliki lebih banyak opsi interaksi dan personalisasi.

  • Channel Serupa (Similar Channels): Fitur ini secara otomatis merekomendasikan channel publik lain yang relevan, berdasarkan kemiripan pelanggan dan topik yang dibahas. Ini memudahkan pengguna menemukan konten baru yang sesuai minat.
  • Repost Cerita (Story Repost): Pengguna kini bisa memposting ulang cerita teman atau channel favorit ke cerita mereka sendiri. Pengguna bisa menambahkan komentar, audio, atau video tambahan. Fitur ini hanya berlaku untuk cerita dengan pengaturan privasi “Semua Pengguna”.
  • Pesan Video di Atas Cerita: Saat membuat cerita, pengguna bisa menyematkan pesan video sebagai komentar. Ukuran dan posisinya dapat diatur, bahkan memungkinkan pengguna membuat percakapan video seolah dengan karakter berbeda.
  • Warna Profil & Latar Kustom untuk Kedua Pihak: Pengguna dapat mengatur warna profil dan latar belakang obrolan yang akan terlihat oleh kedua belah pihak dalam percakapan.
  • Statistik Cerita & Reaksi Kustom untuk Channel: Admin channel kini memiliki akses ke statistik cerita yang lebih detail dan kemampuan untuk mengatur reaksi kustom dari anggota.
  • Transkripsi Suara (Voice-to-Text) Gratis: Fitur yang paling dinanti ini memungkinkan semua pengguna mengubah pesan suara menjadi teks hingga dua kali per minggu secara gratis. Pengguna Premium mendapatkan akses tak terbatas untuk fitur ini, sangat berguna saat tidak bisa mendengarkan pesan suara.
  • Fitur Grup & Komunitas Multi-Dimensi: Grup dapat ditingkatkan levelnya melalui fitur Boost dari anggota. Grup yang mendapatkan Boost bisa menerbitkan cerita grup, memasang logo sampul, status emoji, dan membuka fitur premium seperti suara-ke-teks dan emoji kustom untuk semua anggotanya. Pembaruan ini juga mencakup forum terintegrasi ala Reddit, sub-channel tematik, dan marketplace.

Sempat Alami Gangguan Global

Sebelum pembaruan ini, Telegram sempat mengalami gangguan global. Pada Selasa, 8 September 2026, pukul 09.46 WIB, lebih dari 1.000 laporan masuk ke Downdetector dari pengguna yang tidak bisa login atau mengirim pesan. Gangguan serupa juga terjadi di Singapura dengan hampir 4.000 laporan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Telegram mengenai penyebab insiden tersebut.

Telegram Berisiko Tinggi Bagi Anak di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia menempatkan Telegram dalam kategori platform berisiko tinggi bagi anak. Hal itu diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Senin (15/9/2026).

Penilaian tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.

“Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak,” tegas Meutya Hafid. “Artinya, Telegram wajib menerapkan verifikasi usia dan tidak boleh memberikan akses ke anak di bawah 16 tahun di Indonesia, sesuai PP Tunas yang berlaku mulai 28 Maret 2026.”

Hingga 6 September 2026, dari 252 layanan yang dinilai oleh Komdigi, 22 di antaranya masuk kategori berisiko tinggi. Daftar ini mencakup Telegram, Pinterest, Lazada, X, Discord, YouTube, SnackVideo, serta beberapa game populer seperti Valorant dan Mobile Legends.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis