Sabtu, 19 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Titik Panas di TPA Galuga Turun Usai Hujan Guyur Bogor, Petugas Sujud Syukur

Petugas BPBD dan Damkar bersiaga di TPA Galuga Bogor saat hujan deras mengguyur, menggunakan drone termal untuk memantau titi
Tim BPBD dan Damkar melakukan operasi penyelamatan di TPA Galuga Bogor. Hujan deras Jumat malam membantu menurunkan suhu titik panas yang terdeteksi drone termal. (Ilustrasi: AI)

Langit malam di wilayah barat dan utara Kabupaten Bogor akhirnya pecah pada Jumat malam, 18 September 2016. Hujan deras yang turun membasahi bumi seolah menjadi penyelamat bagi para petugas yang selama berhari-hari berjibaku menaklukkan kobaran api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga.

Air yang mengguyur lokasi pembuangan sampah itu bukan sekadar cuaca buruk bagi warga sekitar, melainkan berkah yang dinanti untuk menghentikan ancaman api tersembunyi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, segera memastikan perubahan situasi di lapangan. Melalui pantauan teknologi drone termal, ia melihat penurunan drastis pada suhu di titik-titik panas yang sebelumnya memerah di layar monitor.

Pukul 19.17 WIB, data termal menunjukkan angka yang jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya. “Alhamdulillah, TPA Galuga hujan. Thermal posisi pukul 19.17 WIB, suhu panas anjlok turun,” ujar Yudi dengan nada lega.

Pertaruhan Melawan Api di Balik Tumpukan Sampah

Api di TPA Galuga bukan tipe kebakaran yang mudah dipadamkan dengan sekadar menyiram permukaan tanah. Sampah yang tertimbun memiliki kedalaman yang mampu menyimpan bara di lapisan bawah, menciptakan potensi api yang sewaktu-waktu bisa kembali menjalar. Selama masa penanganan, drone termal menjadi senjata utama tim gabungan untuk memetakan titik-titik panas tersembunyi tersebut.

Alat canggih itu menjadi mata bagi para petugas, memastikan tidak ada lagi sisa api yang mengendap di kedalaman timbunan. Hingga Jumat malam, perangkat tersebut masih terus dioperasikan untuk memantau apakah masih ada panas yang tersisa di bawah gundukan sampah yang luas tersebut.

Di lapangan, momen turunnya hujan membawa kelegaan yang emosional. Sebuah rekaman video amatir yang kemudian viral di media sosial menangkap momen haru seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Di tengah hujan yang mengguyur deras, ia berdiri menengadahkan tangan, lalu menjatuhkan diri ke tanah untuk sujud syukur. Meski seragamnya basah kuyup, ia tak peduli. Baginya, hujan itu adalah jawaban atas doa panjang setelah berhari-hari bergulat dengan asap dan panas.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 19 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online