Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Coventry. Terakhir kali mereka memenangkan pertandingan Premier League adalah melawan Sunderland pada April 2001. Beberapa pekan setelah kemenangan tersebut, mereka degradasi dan mengakhiri 34 tahun kiprah di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Setelah itu, Coventry sempat terpuruk hingga divisi keempat (League Two) selama satu dekade penuh masalah finansial. Musim lalu, 2025/26, mereka berhasil menjuarai Championship dan kembali promosi.
Dengan tambahan tiga poin ini, Coventry City naik ke posisi ke-18 klasemen sementara, melewati Tottenham, menjelang jeda internasional September/Oktober. Sementara itu, Nottingham Forest tertahan di posisi ke-12 dengan satu kemenangan dari lima pertandingan.
Pelatih Coventry, Frank Lampard, mengungkapkan perasaannya usai laga. “Rasanya luar biasa. Setelah kalah di empat pertandingan pertama, mudah untuk merasa negatif, dari mana gol, dari mana kemenangan akan datang? Para pemain pantas mendapatkannya. Ini sangat penting bagi beberapa pemain, bagi banyak orang ini adalah debut mereka di Premier League dan mereka perlu merasa seperti mereka berada di sini. Ini sangat besar secara mental untuk tim,” ujar Lampard kepada Sky Sports. Lampard bahkan menjadikan Wayne Rooney sebagai contoh bahwa tidak semua pemain bisa langsung menjadi superstar di Premier League.
Laga selanjutnya setelah jeda internasional akan menjadi penentu apakah Coventry dapat mempertahankan momentum kebangkitan ini dan bertahan di Premier League.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.