JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, taipan batubara di balik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), resmi melepas 30% saham perusahaannya kepada Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad), pemilik Jhonlin Group. Transaksi jumbo ini mengguncang industri batubara Indonesia, melibatkan 10 miliar lembar saham yang setara dengan porsi signifikan di salah satu emiten batubara terbesar tanah air.
Perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Share Sale and Purchase Agreement) ditandatangani pada 16 September 2026. Penjual dalam transaksi ini adalah Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Sementara itu, pembelinya adalah PT Jhonlin Baratama, salah satu anak usaha dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
Total saham yang berpindah tangan mencapai 10.000.000.500 lembar, atau sekitar 10 miliar saham. Angka ini merepresentasikan 30% dari total 33,33 miliar saham BYAN yang tercatat per Agustus 2026. Meski demikian, status transaksi masih menunggu pemenuhan syarat pendahuluan (conditions precedent) sebelum finalisasi.
Direksi BYAN, Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, memastikan bahwa transaksi ini tidak akan mengganggu operasional, aspek legal, keuangan, maupun kelangsungan bisnis BYAN. Pernyataan ini penting untuk menenangkan pasar dan pemangku kepentingan.
BYAN dan Tantangan Kuota Produksi
Sebelumnya, BYAN sempat mengumumkan status force majeure akibat pembatasan kuota produksi batubara tahun 2026 dari pemerintah. Direktur BYAN, Low Yi Ngo, mengungkapkan bahwa persetujuan tambahan kuota produksi untuk tahun 2026 belum diberikan. Pada tahun 2025, BYAN mencatatkan produksi sebesar 68 juta ton batubara. Situasi ini kemungkinan menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam keputusan divestasi saham.
Rumor mengenai akuisisi BYAN oleh Haji Isam memang sempat beredar luas sejak Agustus 2026, kala itu dikabarkan akan melalui Jhonlin Agro Raya (JARR). Namun, manajemen BYAN membantah kabar tersebut. Mereka menyebut Low Tuck Kwong tetap terbuka terhadap peluang yang dapat memastikan kinerja investasinya. Kini, terbukti transaksi dilakukan melalui PT Jhonlin Baratama, bukan JARR.
Profil Low Tuck Kwong: Orang Terkaya Indonesia
Low Tuck Kwong, yang kini berusia 78 tahun (lahir pada 17 April 1948 di Singapura), adalah Warga Negara Indonesia hasil naturalisasi, dengan gelar Dato’ dari Malaysia. Kekayaan bersihnya per Agustus 2026 mencapai US$16,7 miliar atau sekitar Rp272 triliun. Angka ini menempatkannya sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia versi Forbes Real-Time, mengungguli Prajogo Pangestu (US$16,1 miliar) dan Budi Hartono (US$15,7 miliar).
Sebelum deal ini, Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine secara gabungan memegang 62% saham BYAN. Setelah hibah saham pada tahun 2024, Low menguasai 40,15% dan Elaine 22%. Kapitalisasi pasar BYAN sendiri saat ini mencapai US$27 miliar.
Sejarah Bayan dimulai ketika perusahaan ini didirikan oleh Haji Asri pada tahun 1990-an sebagai PT Gunung Bayan Pratamacoal, dengan konsesi tambang seluas 100 ribu hektare di Kalimantan Timur. Low Tuck Kwong awalnya masuk sebagai kontraktor melalui PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) sejak 1988, sebelum akhirnya mengakuisisi perusahaan tersebut secara sah pada 26 Agustus 1996.
Selain kiprah bisnisnya, Low Tuck Kwong juga dikenal aktif dalam filantropi. Ia terlibat dalam hibah beasiswa di berbagai universitas seperti UI, UGM, dan UNDIP melalui Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Pada Januari 2026, total Rp1,4 miliar telah disalurkan untuk 159 mahasiswa UI. Kontribusi lainnya meliputi pembangunan gedung Teknik Sipil UNDIP dan program Bayan Peduli Dokter Spesialis Neurologi.
Ekspansi Haji Isam dan Dampak Pasar
Haji Isam sendiri merupakan figur berpengaruh di Kalimantan Selatan, dikenal sebagai raja sawit dan batubara yang sedang gencar melakukan ekspansi besar-besaran. Masuknya Jhonlin Baratama sebagai investor strategis di BYAN memperkuat posisinya di sektor energi dan pertambangan.
Dari sisi pasar saham, masuknya investor kakap seperti Haji Isam diperkirakan akan memberikan sentimen positif. Saham BYAN yang sebelumnya sempat menghadapi isu miring, kini berpotensi mengalami kenaikan signifikan. Investor akan memantau pergerakan saham BYAN di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan sesi berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.