MADRID, JOURNALARTA.COM — Atletico Madrid sukses merebut tahta kota setelah mengalahkan rival sekotanya, Real Madrid, dengan skor tipis 2-1 dalam derbi panas pada Jornada 7 La Liga musim 2026/27, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Laga yang berlangsung di Civitas Metropolitano, Madrid, ini diwarnai drama penalti, kartu merah, hingga protes keras dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.
Kemenangan krusial ini mengantarkan Atletico Madrid naik ke posisi kedua klasemen sementara La Liga dengan 16 poin dari tujuh pertandingan. Sementara itu, Real Madrid harus turun ke peringkat keempat dengan 15 poin dari jumlah laga yang sama.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Tanpa Gol, Kontroversi Wasit Mewarnai
Babak pertama pertandingan berjalan ketat dan tanpa gol. Penguasaan bola relatif berimbang, dengan Atletico 47% dan Real Madrid 53%, namun kedua tim minim menciptakan peluang berbahaya. Kiper Thibaut Courtois berhasil mengamankan tembakan Kang-In Lee, sementara Jan Oblak menahan upaya Arda Güler.
Kontroversi pertama muncul di menit ke-35 ketika terjadi bentrokan antara Cristian Romero (Atletico) dan Jude Bellingham (Real Madrid). Wasit awalnya memberi kartu kuning kepada Bellingham, namun setelah tinjauan VAR, kartu kuning tersebut dibatalkan dan dialihkan kepada Romero karena dianggap menginjak lutut Bellingham. Real Madrid sempat menuntut kartu merah langsung untuk Romero. Jelang akhir babak pertama, Lee Kang-In menginjak pergelangan kaki Federico Valverde namun lolos dari hukuman. Insiden ini kemudian disebut-sebut sebagai salah satu pemicu kemarahan Jose Mourinho pasca laga, terutama karena Valverde dipastikan absen 2-3 minggu akibat cedera tersebut dan tidak bisa membela Timnas Uruguay.
Kartu Merah Huijsen Ubah Alur Laga
Momen penentu pertandingan terjadi di menit ke-52 babak kedua. Giuliano Simeone, putra pelatih Diego Simeone, dijatuhkan Dean Huijsen (Real Madrid) di dalam kotak penalti. Wasit awalnya memberikan kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut ditingkatkan menjadi kartu merah langsung. Huijsen dinilai sebagai bek terakhir yang menjatuhkan lawan saat memiliki peluang gol yang jelas, membuat Real Madrid harus bermain dengan 10 pemain.
Hanya semenit berselang, Alejandro Grimaldo, rekrutan anyar Atletico dari Bayer Leverkusen musim panas ini, maju sebagai algojo penalti. Dengan tenang, Grimaldo melepaskan tendangan rendah ke sudut gawang yang mengecoh Courtois, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Atletico di menit ke-53.
Real Madrid mencoba merespons dengan memasukkan Antonio Rüdiger dan Yan Diomande menggantikan Vinicius Jr dan Güler. Namun, enam menit kemudian, Atletico kembali memperlebar keunggulan. Menit ke-59, Jonathan David mencetak gol kedua Atletico. Berawal dari skema serangan cantik, Kang-In Lee memberikan bola kepada Giuliano Simeone di sisi kanan, yang kemudian melepaskan umpan datar. Jonathan David, penyerang Kanada pinjaman dari Juventus, datang tak terkawal dan dengan mudah melakukan tap-in melewati Courtois. Ini adalah gol ketiga David dalam tiga laga beruntun di La Liga, menunjukkan mulai menyatunya ia dengan strategi Diego Simeone.
Meskipun bermain dengan 10 orang, Real Madrid tak menyerah. Antonio Rüdiger sempat menghidupkan asa di menit ke-89 dengan sundulan keras dari tendangan bebas, mengubah skor menjadi 2-1. Namun, waktu tersisa terlalu singkat. Atletico berhasil mempertahankan keunggulan, dengan Jan Oblak tampil solid menggagalkan peluang satu lawan satu di menit-menit akhir. Skor 2-1 untuk kemenangan Atletico Madrid bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Drama Pasca Laga: Mourinho Protes Keras
Kekalahan ini memicu kemarahan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang berada di musim keduanya kembali menukangi Los Blancos. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Mourinho langsung menunjukkan dua foto cetak sambil berkata, “Those are two clear red cards. This is the history of this game.” Ia merujuk pada insiden yang melibatkan Cristian Romero dan Lee Kang-In di babak pertama, yang menurutnya seharusnya berujung kartu merah.
Situs resmi Real Madrid juga tak kalah keras dalam kritiknya, menuliskan, “Abysmal refereeing… dreadful performance.” Mereka menyoroti kegagalan wasit Miguel Angel Ortiz Arias untuk mengusir Romero dan Lee Kang-In, yang dianggap sebagai dua keputusan fatal sebelum insiden penalti dan kartu merah Huijsen yang pada akhirnya menentukan hasil derbi. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Real Madrid dari tujuh pertandingan di musim ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.