JAKARTA SELATAN — Kebakaran dahsyat menghanguskan 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara pada Rabu malam. Kerugian material mencapai Rp1,2 miliar, sementara 150 jiwa kehilangan tempat tinggal mereka.
Pokok Peristiwa
Api pertama kali muncul dari sebuah rumah kontrakan dekat lampu merah sekitar pukul 20.31 WIB. Warga sempat berusaha memadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun percikan api sudah terlalu kuat. “Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan,” kata Nanang, Ketua RT setempat.
Laporan masuk ke pusat darurat. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung mengirimkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan 128 personel ke lokasi yang mencakup lahan seluas 1.205 meter persegi itu.
Upaya penyelamatan bergerak cepat. Api berhasil dilokalisir pada pukul 21.20 WIB. Proses pendinginan dimulai pukul 21.33 WIB dan selesai total pada pukul 24.00 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Konteks
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal dalam keterangannya. Dia menjelaskan penyebab awal api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah.
Menurut keterangan saksi bernama Atik, api mula-mula muncul di kontrakan dekat lampu merah, kemudian menjalar ke arah belakang bangunan. Ketika warga menyadari kebakaran terjadi, pemilik rumah (juga RT Nanang) yang sedang berjualan segera mencoba memadamkan dengan APAR, tetapi upaya itu tidak berhasil menahan laju api.
Cepat menyebarnya api ke bangunan-bangunan sekitar menjadi tantangan tersendiri. Nanang menyebutkan bahwa untung petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah dengan gang lainnya.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Kerugian material dari peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Angka tersebut mencakup kerusakan pada 18 unit rumah tinggal dan empat tempat usaha yang hangus terbakar. Proses identifikasi kerugian detail masih dalam tahap evaluasi oleh pihak Sudin Gulkarmat.
Dampak langsung dari kebakaran tersebut sangat nyata bagi warga lokal. Ratusan jiwa, terutama keluarga-keluarga penghuni rumah dan pemilik usaha kecil, tiba-tiba kehilangan aset dan tempat tinggal. Situasi ini mendesak intervensi cepat dari instansi sosial dan pemerintah daerah untuk menyediakan hunian sementara dan bantuan pemulihan bagi korban.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran warga tentang bahaya korsleting listrik, terutama di kawasan hunian padat dengan bangunan berdekatan. Peran cepat dari sistem darurat 24 jam Sudin Gulkarmat terbukti krusial dalam mencegah ekspansi api yang lebih luas dan menekan jumlah kerugian material yang mungkin lebih parah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.