JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga emas Antam hari ini Rabu, 23 September 2026, berbalik menguat setelah dua hari mengalami koreksi. Logam mulia ini naik Rp3.000 menjadi Rp2.630.000 per gram. Kenaikan harga emas dunia yang menembus US$4.360 per troy ons menjadi pemicu utama.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah tren kenaikan akan berlanjut pada Kamis, 24 September 2026, atau justru kembali mengalami koreksi? Pasar masih mencermati berbagai sentimen global.
Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 23 September 2026
Data terbaru menunjukkan harga emas Antam (ANTM) Logam Mulia hari ini mencapai Rp2.630.000 per gram. Angka ini naik Rp3.000 dari posisi Selasa kemarin yang tercatat Rp2.627.000. Harga buyback juga ikut terkerek naik Rp3.000 menjadi Rp2.465.000 per gram.
Sementara itu, harga emas Antam di Pegadaian terpantau Rp2.670.000 per gram, juga naik Rp3.000, dengan harga buyback Rp2.407.000. Penguatan harga emas hari ini sejalan dengan kenaikan harga emas dunia spot yang menguat 0,41% ke level US$4.360,8 per troy ons.
Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam berada di rentang Rp2.598.000 hingga Rp2.630.000. Sepanjang tahun 2026, harga emas Antam telah mencatat kenaikan signifikan sebesar 5,7% dari posisi awal tahun Rp2.488.000.
Analisis Prediksi Harga Emas Kamis 24 September 2026
Beberapa sentimen akan memengaruhi pergerakan harga emas Antam besok. Sentimen pendukung kenaikan antara lain adalah penutupan emas dunia yang naik 0,34% ke US$4.358,37 pada Selasa lalu. Hal ini didukung oleh penurunan harga minyak mentah lebih dari 1%, yang meredam ekspektasi inflasi dan menjadi faktor bullish bagi emas.
Meskipun dolar AS sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu, mata uang ini mulai melemah pada Rabu malam, memberikan ruang bagi emas untuk menguat. Analis Vibiz memprediksi, jika harga minyak terus turun, emas spot bisa melanjutkan kenaikan dengan target resistensi di US$4.392 hingga US$4.426.
Namun, ada pula sentimen yang berpotensi menahan kenaikan atau memicu koreksi. Komentar hawkish dari pejabat The Fed, seperti dari Boston dan Richmond, yang menyatakan inflasi masih tinggi, serta peringatan dari ECB mengenai inflasi Euro yang bertahan lama, meningkatkan peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Ini tentu menjadi sentimen negatif bagi harga emas.
Analis PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa support terdekat untuk harga emas Antam berada di Rp2.620.000 dan support kedua di Rp2.744.000 jika terjadi koreksi. Sementara itu, resistensi pertama ada di Rp2.784.000 dan resistensi kedua di Rp2.820.000 jika harga menguat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.