JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Novel The Love Hypothesis karya Ali Hazelwood, yang diterbitkan pada tahun 2021, masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pembaca, terutama di komunitas BookTok. Kisah fiksi ilmiah romantis (STEM Romance) ini telah meraih predikat #1 di Goodreads dengan lebih dari 800 ribu rating, membuktikan daya tariknya yang tak lekang waktu.
Berawal dari fanfiction Star Wars dengan karakter Reylo, Hazelwood mengubahnya menjadi kisah orisinal yang lebih fokus pada dunia sains, namun tetap kaya akan drama dan romansa yang membuat pembaca “baper”. Penulisnya sendiri, Ali Hazelwood, adalah seorang peraih gelar PhD di bidang neurosains, memberikan sentuhan realistis pada latar belakang akademis dalam ceritanya.
Identitas Buku dan Sinopsis
Buku ini berjudul The Love Hypothesis atau Hipotesis Cinta dalam terjemahan Gramedia. Dengan 384 halaman, novel ini masuk genre Contemporary Romance, STEM, dan Academic. Novel ini cocok untuk pembaca berusia 17 tahun ke atas karena memuat beberapa adegan yang eksplisit.
Plot cerita berpusat pada Olive Smith, mahasiswi PhD Biologi tahun ketiga di Stanford. Demi meyakinkan sahabatnya, Anh, bahwa ia sudah move on dan siap menjalin hubungan baru, Olive nekat mencium pria pertama yang ia temui di laboratorium pada tengah malam. Tanpa disangka, pria tersebut adalah Dr. Adam Carlsen, seorang dosen paling disegani, tampan, sekaligus paling ditakuti di fakultas. Semua mahasiswa merasa tertekan saat harus bimbingan dengannya.
Adam, yang ternyata diam-diam sudah mengamati Olive selama setahun, setuju untuk berpura-pura menjadi pacar Olive. Alasannya, ia membutuhkan “citra” memiliki hubungan untuk menghindari birokrasi kampus yang mendesaknya agar mendapatkan dana riset. Keduanya menyepakati “kontrak” kencan palsu selama satu bulan, dengan tujuan tampil sebagai pasangan di depan Anh, departemen, dan konferensi di Boston.
Namun, situasi menjadi rumit. Mereka harus berbagi kamar di konferensi Boston. Olive juga harus menghadapi pelecehan akademik dari dosen lain, sebuah isu serius yang disisipkan dalam cerita. Di tengah semua itu, Adam yang awalnya dikenal “grumpy” atau jutek, mulai menunjukkan sisi lembutnya hanya kepada Olive. Ia menyiapkan kopi, mengingat alergi Olive, dan membelanya di depan profesor jahat, perlahan mengubah hipotesis palsu mereka menjadi kenyataan: keduanya mulai saling mencintai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.