JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga cabai hari ini, 25 September 2026, terpantau turun di level nasional berdasarkan data PIHPS BI per 24 September 2026 pukul 10.00 WIB. Cabai rawit merah berada di Rp92.400 per kilogram, sementara cabai merah besar Rp51.950 per kilogram.
Pergerakan ini penting karena harga cabai masih sangat beragam antarwilayah. Di sejumlah daerah, harganya tetap jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional, sehingga pedagang pasar dan pelaku usaha kecil masih menghadapi biaya bahan baku yang tidak stabil.
Harga cabai hari ini menurut PIHPS BI
Data PIHPS BI menunjukkan seluruh jenis cabai utama turun dibanding sebelumnya. Cabai rawit merah turun 2,79 persen atau Rp2.650, cabai merah besar turun 9,97 persen atau Rp5.750, cabai merah keriting turun 7,42 persen atau Rp5.100, dan cabai rawit hijau turun 5,85 persen atau Rp3.950.
Rinciannya, cabai rawit merah berada di Rp92.400 per kilogram. Cabai merah besar tercatat Rp51.950 per kilogram, cabai merah keriting Rp63.600 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp63.550 per kilogram. Pada data lain yang dirangkum FortuneIDN pada 24 September pukul 08.15 WIB, harga juga sama-sama melemah: merah besar Rp54.800, keriting Rp66.450, rawit hijau Rp66.400, dan rawit merah Rp93.400.
Daerah masih lebih mahal
Di tingkat daerah, harga cabai belum seragam. Di DKI Jakarta, cabai rawit merah disebut menyentuh Rp110.000 per kilogram. Di Polman, Sulawesi Barat, harganya berada di kisaran Rp110.000 sampai Rp120.000 per kilogram di Pasar Wonomulyo pada 24 September. Sementara di Karawang, cabai rawit merah tercatat Rp85.000 sampai Rp98.000 per kilogram.
Angka-angka itu menunjukkan penurunan nasional belum sepenuhnya terasa di pasar lokal. Selama distribusi belum merata, konsumen tetap bisa menemui harga tinggi, terutama di wilayah yang pasokannya belum pulih penuh.
Penyebab harga cabai bergerak
Dalam bahan sumber, harga cabai dipengaruhi musim panas atau kemarau panjang yang membuat pasokan dari sentra seperti Brebes, Temanggung, dan Polman terganggu. Rantai distribusi yang panjang juga ikut menahan penurunan harga di tingkat pasar.
Di Polman, kemarau dua bulan disebut membuat tanaman mati dan stok habis. Omzet pedagang turun dari 30 kilogram menjadi 15 kilogram per hari. Warga bahkan beralih ke cabai kering seharga Rp5.000 per liter. Di Karawang, harga justru naik sepekan di Pasar Johar dan Cikampek.
Soal pasokan nasional, Menteri Perdagangan Budi Santoso pada 22 September menyebut rata-rata nasional cabai rawit merah ada di Rp70.000 per kilogram. Keterangan ini dipakai untuk menggambarkan bahwa sebagian harga di pasar daerah masih jauh di atas rata-rata yang disebut pemerintah.
Dampaknya ke pasar dan belanja harian
Penurunan harga nasional memberi sinyal awal bahwa pasokan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai masuk lagi. Tapi efeknya belum merata. Bagi rumah tangga, pedagang warung, dan UMKM makanan, selisih harga antardaerah masih berarti beban belanja harian tetap tinggi. Cabai rawit merah yang tembus Rp110.000 di Jakarta dan Rp120.000 di Polman jelas berbeda jauh dari rata-rata nasional Rp92.400.
Jika pasokan terus membaik, bahan sumber menyebut harga bisa bergerak ke Rp80.000 sampai Rp85.000 pada pekan depan, terutama bila hujan mulai turun. Untuk saat ini, cabai merah besar yang turun paling dalam dan cabai rawit hijau di Rp63.550 menjadi opsi yang relatif lebih murah dibanding rawit merah, meski harga tetap perlu dipantau harian karena pergerakannya cepat.
Informasi terbaru tetap bersandar pada PIHPS BI, laporan FortuneIDN, serta temuan harga di DKI Jakarta, Polman, dan Karawang yang tercantum dalam bahan sumber.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.