Jumat, 25 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

PELNI pastikan pelayaran dari Kobar tetap berjalan sekalipun kabut asap

Kapal PELNI di Pangkalan Bun Kobar berlayar dalam kondisi kabut asap, tetap beroperasi dengan protokol keselamatan
PELNI Cabang Pangkalan Bun memastikan pelayaran tetap berjalan aman meski kabut asap. (Ilustrasi: AI)

Langit Pangkalan Bun tampak abu-abu pekat beberapa hari terakhir. Asap sisa pembukaan lahan mulai merayapi dermaga dan mengganggu jarak pandang di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai. Meski begitu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, tetap menjalankan jadwal pelayaran sesuai rencana.

Manajemen menegaskan operasional kapal tidak akan lumpuh hanya gara-gara kabut asap. Kebutuhan warga untuk mobilitas antar pulau menjadi prioritas utama. Kapal tetap sandar dan berangkat untuk mengangkut penumpang maupun barang logistik. Tidak ada rute yang dibatalkan secara sepihak.

Andalkan Teknologi Navigasi Modern

Kondisi cuaca buruk memang menantang nyali awak kapal. Jarak pandang yang terbatas membuat navigasi di alur sungai menuju laut lepas menjadi lebih berat dari biasanya. Namun, kru kapal tidak bekerja dengan modal nekat. Mereka punya perangkat navigasi modern yang mumpuni untuk membelah kabut.

Radar di anjungan bekerja ekstra. Sistem deteksi dini pada kapal-kapal PELNI mampu membaca pergerakan di sekitar kapal meski mata telanjang kesulitan melihat batas cakrawala. Protokol keselamatan kini diperketat. Nakhoda mendapat instruksi khusus untuk lebih waspada selama kapal berada di perairan yang terpapar asap pekat.

Setiap keberangkatan melewati proses pengecekan berlapis. Tim teknis di lapangan terus berkoordinasi dengan otoritas maritim setempat. Mereka memantau data cuaca setiap jam sebelum memutuskan apakah kapal boleh lepas sandar atau harus menunggu jeda sejenak.

Jalur Ekonomi yang Vital

Bagi warga Kotawaringin Barat, Pelabuhan Kumai bukan cuma soal tempat naik kapal. Ini nadi kehidupan. Ekonomi daerah sangat bergantung pada kelancaran arus barang yang dibawa kapal PELNI menuju Jakarta, Surabaya, maupun pelabuhan besar lainnya. Jika layanan terhenti, pasokan bahan pokok bisa tersendat.

Pedagang lokal yang mengirim komoditas hasil bumi sangat merasakan dampak komitmen ini. Mereka bisa bernapas lega karena pengiriman tidak mandeg. Roda ekonomi tetap berputar di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat. Bagi warga yang merantau atau ingin bepergian, opsi transportasi laut tetap terbuka lebar.

Meski operasional berjalan, masyarakat diminta tidak abai. Jadwal keberangkatan memang bisa bergeser mengikuti kondisi cuaca terkini. Tidak jarang, keberangkatan kapal maju atau mundur beberapa jam hanya untuk memastikan keamanan selama di perjalanan. Ini prosedur standar demi keselamatan nyawa di laut.

Antisipasi Penumpang

Calon penumpang diharapkan lebih proaktif memantau perkembangan jadwal. Cara terbaik adalah menyambangi langsung kantor cabang PELNI di Pangkalan Bun atau memantau kanal informasi resmi perusahaan. Jangan hanya mengandalkan kabar burung yang berseliweran di media sosial.

Sampai saat ini, belum ada instruksi untuk menghentikan pelayaran total. Pihak otoritas pelabuhan juga terus memantau visibilitas di sekitar alur keluar-masuk kapal. Selama alat navigasi menunjukkan kondisi aman dan panduan dari syahbandar memberikan lampu hijau, mesin kapal akan tetap menyala.

Manajemen terus mengingatkan agar penumpang menyiapkan fisik dan perlengkapan tambahan saat cuaca sedang buruk. Membawa masker untuk perlindungan pernapasan sangat dianjurkan selama berada di area pelabuhan maupun saat menempuh perjalanan. Langkah ini krusial untuk menjaga kesehatan di tengah kepungan asap yang belum kunjung reda.

Seluruh kru kapal kini berada dalam posisi siaga penuh. Fokus utama mereka tetap satu: memastikan penumpang sampai ke pelabuhan tujuan dengan selamat, terlepas dari tebalnya kabut yang menyelimuti perairan Kalimantan Tengah saat ini.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda