SOLO — Truck Pedas Bolosego, kuliner kaki lima yang sempat viral karena drama pungli di Yogyakarta, kini hadir di Alun-alun Kidul Surakarta. Kehadiran food truck yang dikenal dengan menu pedas nampol ini berlangsung mulai 24 hingga 27 September 2026, dari pukul 16:00 hingga 22:00 WIB, sebagai bagian dari program Local Experience Tribunnews.
Antusiasme warga Solo terlihat jelas dengan antrean panjang yang didominasi berbagai kalangan. Banyak yang menantikan kesempatan untuk mencicipi hidangan serba mercon khas Bolosego tanpa harus jauh-jauh ke Yogyakarta. “Kedatangan foodtruck Bolosego menjadi penantian semua orang dari berbagai kalangan. Tak hanya karena kisahnya yang viral, namun rasa pedas nampol membuat setiap lidah bergoyang pada suapan pertama,” demikian deskripsi dari Tribun-Video yang dipublikasikan sehari sebelumnya.
Menu Pedas Nampol di Solo
Bolosego menawarkan beragam hidangan pedas dengan bumbu rempah melimpah, yang sebagian besar harganya di bawah Rp50.000, menjadikannya pilihan ekonomis bagi mahasiswa dan Gen Z. Beberapa menu best seller yang disajikan meliputi:
- Iga Mercon: Iga sapi signature dengan rasa pedas nampol dan rempah melimpah.
- Ceker Mercon: Ceker ayam yang dimasak dengan bumbu mercon khas.
- Oseng Meteor / Meteyor: Olahan oseng pedas yang sempat viral.
- Tuna Suwir: Tuna suwir pedas manis dengan sentuhan gula Jawa.
- Cumi Cabe Ijo: Cumi segar yang dimasak dengan cabe ijo.
Keunikan rasa manis gula Jawa khas Yogyakarta disebut-sebut mampu menyeimbangkan sensasi pedas dari bumbu rempah yang digunakan.
Kisah Inspiratif UMKM di Balik Bolosego
Dyah Laily Fardisa, pemilik Bolosego, mengawali usahanya pada tahun 2020. Berangkat dari storytelling di TikTok, bisnisnya berkembang pesat dari penjualan daring hingga kini memiliki cabang di Yogyakarta, Solo, dan bahkan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dengan konsep food truck yang mengedepankan investasi rendah dan mobilitas tinggi, Dyah berhasil mengumpulkan 1,3 juta pengikut di media sosial. Strategi ini menjadikan Bolosego contoh sukses ekonomi kreatif yang memanfaatkan viralitas media sosial dan promosi gratis melalui program seperti Local Experience Tribunnews. Perpaduan storytelling menarik dan rasa yang “nampol” memicu tingkat pembelian berulang yang tinggi.
Drama Pungli Rp1 Juta/Hari di Alun-alun Kidul Yogyakarta
Namun, di balik kesuksesannya, Bolosego sempat menghadapi drama pungli yang viral di TikTok dengan 2,2 juta tayangan dan 7.000 komentar. Dyah Laily Fardisa sempat mencurahkan pengalamannya melalui Threads dan TikTok, mengatakan, “Jogja ki medeni, guys.” Ia terpaksa menghentikan berjualan di Alun-alun Kidul Yogyakarta setelah hanya satu hari, padahal awalnya direncanakan untuk tanggal 16-20 September 2026. “Dengan berat hati aku mau menyampaikan ini, baru satu hari food truck berjualan di Alun-Alun Kidul dengan berat hati aku harus mengumumkan kita tidak mangkal lagi di sana yang harusnya 16-20 Sept sudah menjadi keputusan tidak kita lanjut cukup satu hari saja.”
Rincian pungli yang diminta di Alun-alun Kidul Yogyakarta cukup memberatkan. Dyah diminta membayar Rp2,5 juta per hari untuk parkir, yang setelah negosiasi turun menjadi Rp1 juta per hari untuk lima hari, dengan total Rp5 juta dibayar di muka. Selain itu, ada permintaan konsumsi sebesar Rp20.000 per orang per hari untuk 10 orang “tukang parkir/preman” selama lima hari, total Rp1 juta. Dengan demikian, total awal yang harus dibayarkan di muka mencapai Rp6 juta, belum termasuk hasil penjualan.
Bolosego juga tidak mendapatkan fasilitas listrik di lokasi dan harus menyewa genset seharga Rp150.000 per hari untuk bahan bakar. Dyah juga mengungkapkan adanya permintaan konsumsi atau rokok dari tiga anggota kepolisian, namun ia menolak karena khawatir akan dugaan gratifikasi. Ironisnya, Bolosego sudah mengantongi izin resmi dari Keraton Yogyakarta, yang ditandatangani oleh Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono. Keraton menegaskan bahwa semua tarikan uang di lapangan yang terjadi di luar prosedur perizinan adalah ilegal.
Tindakan Polisi dan Dampak ke Citra Pariwisata
Kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Pada 19 September 2026, Polresta Yogyakarta menurunkan Unit Reskrim dan Propam untuk mendalami dugaan pungli tersebut. Bahkan, Propam telah menetapkan satu personel Polsek Kraton, AIPDA S, sebagai terduga pelanggar dan ditempatkan di tempat khusus (patsus).
Polisi juga memeriksa dua juru parkir Alun-alun Kidul. Salah satu jukir, Supriyo, telah mengembalikan uang Rp3 juta kepada Dyah Laily Fardisa untuk empat hari yang tidak jadi digunakan berjualan. Pengembalian uang dilakukan via transfer, meskipun pertemuan perjanjian di Polsek tidak dihadiri pihak Bolosego. Melalui akun TikTok resminya, @PolrestaYogyakarta, kepolisian mengapresiasi informasi yang diberikan dan menyatakan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum atau SOP. Jogja Police Watch (JPW) juga meminta kasus ini ditelusuri tuntas mengingat dampaknya terhadap citra Yogyakarta sebagai tujuan wisata kuliner. Dinas Perhubungan Kota Jogja bahkan menegaskan bahwa penarikan uang oleh juru parkir tersebut tidak memiliki izin resmi dan bersifat ilegal.
Pelajaran bagi UMKM Food Truck
Kasus Bolosego menjadi pelajaran penting bagi pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang food truck:
- Pentingnya memiliki izin resmi, namun kewaspadaan terhadap pungli di lapangan tetap diperlukan. Perlu transparansi biaya perizinan.
- Kalkulasi Break Even Point (BEP) harus matang sebelum menyepakati biaya operasional, terutama biaya muka yang besar seperti kasus Rp6 juta ini.
- Viralitas di media sosial dapat menjadi “senjata” untuk mendapatkan perhatian dan penanganan cepat dari pihak berwenang, memberikan perlindungan bagi pelaku usaha resmi.
- Model food truck dengan investasi rendah dan mobilitas tinggi memungkinkan usaha untuk pindah lokasi jika kondisi tidak kondusif, seperti yang dilakukan Bolosego dari Yogyakarta ke Solo.
- Selalu meminta surat resmi untuk setiap biaya dan kwitansi pembayaran. Memasukkan biaya sewa genset (misal Rp150.000/hari) ke dalam Harga Pokok Produksi (HPP) dan membangun komunitas UMKM untuk berbagi informasi lokasi aman dapat membantu mitigasi risiko.
Untuk informasi lokasi mangkal berikutnya, masyarakat diimbau untuk memantau akun Instagram resmi Bolosego.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.