Penyebab Kenaikan Harga Diesel
Kenaikan harga diesel swasta sebesar Rp3.510 secara kompak disebabkan beberapa faktor, seperti fluktuasi harga minyak mentah global, kurs rupiah terhadap USD, formula harga keekonomian MOPS (Mean of Platts Singapore), dan biaya distribusi logistik. Tren harga gasoil internasional terdorong tinggi akibat permintaan dan keterbatasan pasokan.
Harga ICP (Indonesian Crude Price) pada Agustus 2026 tercatat US$89,43 per barel, naik US$7,75 dari Juli. Brent sempat menembus US$108 per barel pertengahan September akibat gangguan pipa Arab Saudi dan penghentian produksi Libya. Namun, kini harga minyak mentah mengalami koreksi seiring meredanya kekhawatiran Timur Tengah dan data ekonomi Tiongkok yang melemah.
| Jenis Minyak | Harga 28 Sept 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
| WTI | US$92,00 | Turun ~3% dari pekan lalu |
| Brent | US$104,00 | Turun ~3% dari US$107 |
| ICP (Agustus) | US$89,43 | Naik US$7,75 dari Juli |
Dampak dari kenaikan ini terasa langsung pada sektor logistik dan transportasi, yang harus menanggung beban biaya hingga 16%. Ini berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa harga terbaru di SPBU terdekat dan memilih BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.
Sebagai perbandingan, daftar harga BBM Pertamina di Jawa per 28 September 2026 adalah sebagai berikut: Pertalite Rp10.000 (tetap), Biosolar Rp6.800 (tetap), Pertamax Rp15.950 (tetap), Pertamax Green Rp19.150 (naik Rp2.550 per 2 Sept), Pertamax Turbo Rp19.600 (naik Rp1.300 per 1 Sept), Dexlite Rp23.700 (naik Rp4.000), dan Pertamina Dex Rp25.200 (naik Rp4.050).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.