JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari penyedia swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR per Rabu, 23 September 2026, menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada jenis diesel yang kini menembus Rp25.420 per liter. Sementara itu, beberapa jenis bensin dari Shell dilaporkan masih kosong di pasaran.
Kondisi ini tidak banyak berubah dari awal September, di mana semua jenis BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga. Data terbaru dari Bank Mega, GenVoice, dan Journalarta mengindikasikan tekanan kurs Rupiah terhadap Dolar AS menjadi salah satu pemicu utama.
Rincian Harga BBM Swasta di DKI Jakarta dan Sekitarnya
Berikut adalah daftar harga BBM dari masing-masing penyedia swasta per 23 September 2026, yang sebagian besar masih sama dengan harga pada 1 September 2026:
| Penyedia | Jenis BBM | Harga (Rp/liter) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Shell | Super RON 92 | Belum Dijual Kembali | Stok kosong sejak Agustus 2026 |
| Shell | V-Power RON 95 | Belum Dijual Kembali | |
| Shell | V-Power Nitro+ RON 98 | Belum Dijual Kembali | |
| Shell | V-Power Diesel CN 51 | 25.420 | Naik dari Rp21.910 (+Rp3.510) |
| BP-AKR | BP 92 RON 92 | 16.130 | Tidak Berubah, termurah di swasta RON 92 |
| BP-AKR | BP Ultimate RON 95 | 19.330 | Naik dari Rp16.760 (+Rp2.570) |
| BP-AKR | BP Ultimate Diesel CN 53 | 25.420 | Naik dari Rp21.910 |
| Vivo | Revvo 92 RON 92 | 16.130 | Tetap |
| Vivo | Revvo 95 RON 95 | 19.330 | Naik, sebagian SPBU stok kosong |
| Vivo | Diesel Primus Plus / Primus Diesel CN 51 | 25.420 | Naik, ada SPBU kosong |
Sebagai perbandingan, harga BBM dari Pertamina per 23 September 2026 adalah sebagai berikut: Pertalite Rp10.000 (subsidi), Pertamax RON 92 Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp19.150, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200. Terlihat bahwa Pertamax RON 92 lebih murah Rp180 dibandingkan harga RON 92 swasta, dan Pertamina Dex lebih murah Rp220 dari diesel swasta.
Penyebab Kenaikan Harga dan Kelangkaan Stok
Kenaikan harga dan kelangkaan stok BBM swasta ini disebabkan oleh beberapa faktor fundamental. Salah satunya adalah pelemahan kurs Rupiah yang menyentuh angka Rp17.812 per Dolar AS pada 20 September 2026, menurut Journalarta. Kurs yang melemah membuat biaya impor BBM menjadi lebih mahal bagi perusahaan swasta.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memicu peningkatan harga jual di dalam negeri. Kuota impor yang terbatas untuk penyedia swasta juga membatasi ketersediaan produk, terutama untuk jenis bensin premium. Shell, misalnya, dilaporkan lebih fokus pada penjualan diesel karena margin keuntungan yang lebih baik, sementara impor bensin dianggap terlalu mahal. Beberapa SPBU Vivo juga terpantau tutup sementara karena isu stok.
Situasi ini berdampak langsung pada masyarakat. Pengemudi yang terbiasa menggunakan BBM jenis tertentu kini harus mencari alternatif atau menanggung biaya yang lebih tinggi. Kondisi ini juga memicu konsumen untuk mempertimbangkan opsi BBM dari Pertamina yang masih menawarkan harga lebih kompetitif untuk beberapa jenis.
Sebelum mengisi bahan bakar, disarankan untuk mengecek ketersediaan stok melalui aplikasi Shell Asia, BPme, atau langsung menghubungi SPBU tujuan. Untuk jenis RON 92, harga termurah di kalangan swasta adalah BP 92 dan Revvo 92 yang sama-sama Rp16.130. Namun, Pertamina Pertamax RON 92 masih menjadi pilihan paling ekonomis dengan harga Rp15.950 per liter.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.