INTERLAGOS — Lando Norris mengamankan pole position Grand Prix Sao Paulo setelah menjadi yang tercepat dalam kualifikasi basah di Sirkuit Interlagos. Hasil sesi yang dihantam hujan dan penundaan panjang itu membuat penalti sejumlah pembalap ikut mengubah susunan start.
Norris mengalahkan George Russell dengan selisih dua persepuluh detik. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut pembalap McLaren tersebut meraih posisi start terdepan di Sao Paulo.
Lando Norris kualifikasi Sao Paulo di tengah hujan
Hujan deras dan petir membuat kondisi lintasan licin serta berbahaya. Pengawas balapan mengibarkan bendera merah, sementara pengemudi safety car Bernd Maylander melaporkan bahwa genangan air membuat sirkuit tidak aman untuk dilalui dengan kecepatan balap.
Kualifikasi baru dilanjutkan setelah tertunda satu jam dua puluh empat menit. Sesi kemudian kembali terhenti pada babak kedua setelah Rafael Camara, pembalap debutan Haas, mengalami kecelakaan.
Cuaca juga membuat para pembalap menunggu lama di dalam mobil. Kimi Antonelli mengeluhkan pakaian balapnya yang basah melalui radio tim. “Saya sangat basah!” kata Antonelli saat tertahan di kokpit. Isack Hadjar dari Red Bull bahkan meminta baju balap pengganti di area pit lane.
Penalti mengubah susunan start
Russell mencatat waktu tercepat kedua, tetapi penalti mundur lima posisi menempatkannya di urutan ketujuh untuk balapan utama. Pembalap Mercedes itu juga marah kepada tim karena diminta melambat pada putaran terbang penentu, yang menurutnya mengurangi peluang merebut pole.
Antonelli naik ke posisi start kedua. Liam Lawson menempati urutan ketiga, disusul Nico Hulkenberg di posisi keempat. Perubahan itu memperlihatkan bahwa kecepatan di kualifikasi bukan satu-satunya penentu grid akhir: penalti mesin turut menggeser beberapa nama ke belakang.
Max Verstappen memilih tidak mencatat waktu pada babak kedua untuk menghemat ban, tetapi penalti pergantian komponen mesin membuatnya harus memulai dari posisi ke-21. Lewis Hamilton juga terkena penalti setelah pergantian unit mesin, termasuk mesin pembakaran internal yang baru dipasang usai kendala teknis saat latihan bebas. Pembalap Ferrari itu dijadwalkan start dari posisi ke-20.
Charles Leclerc menerima penalti sepuluh posisi akibat pergantian mesin pembakaran internal. Bahan utama menyebut ia turun ke urutan ke-14, sementara laporan pembanding mencatat posisi ke-13. Kedua angka itu berbeda, sehingga posisi Leclerc tidak dapat dipastikan dari bahan yang dihimpun.
Hujan membuat strategi ban ikut berperan
Verstappen dan Hamilton sama-sama menghemat pemakaian ban dalam sesi yang berlangsung di lintasan basah. Langkah itu menambah dimensi strategi untuk balapan utama, ketika kondisi cuaca dan pilihan ban dapat memengaruhi upaya mereka memperbaiki posisi dari barisan belakang.
Bagi Norris, pole memberi McLaren posisi awal terbaik setelah sesi yang panjang dan berulang kali terganggu. Namun, grid yang berubah akibat penalti membuka peluang bagi pembalap lain, sementara lintasan basah sudah menunjukkan betapa cepatnya kondisi bisa berubah di Interlagos.
Norris menilai sesi itu menuntut konsentrasi tinggi dan minim kesalahan. “Ini hari yang panjang,” kata Norris. “Saya sangat senang bisa berada di pole.”











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.