Mayoritas sektor ikut terseret dalam pelemahan IHSG. Sembilan dari 11 sektor mengalami koreksi, dengan sektor Teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 4,46%. Disusul oleh sektor Barang Baku yang turun 3,33%, Barang Konsumen Non-Primer -3,04%, Infrastruktur -2,3%, Keuangan -1,19%, dan Properti -1,6%.
Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yaitu Transportasi yang naik 0,47% dan Energi dengan kenaikan tipis 0,04%.
Pelemahan ini menambah daftar panjang tekanan terhadap IHSG. Minggu lalu, IHSG telah turun 3,09% dari 6.441,159 ke 6.241,89. Kapitalisasi pasar juga menyusut 3,20% menjadi Rp10.905 triliun dari Rp11.266 triliun. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp3,15 triliun dalam seminggu, dengan saham BMRI dan BBRI menjadi target jual terbesar.
Dampak Kebijakan Baru bagi Investor
Level IHSG 6.147,86 saat ini mendekati posisi terendah dalam 52 minggu terakhir di 5.317,91. Analis memprediksi support selanjutnya berada di rentang 6.150-6.180. Jika level ini jebol, IHSG berpotensi turun lebih jauh ke 6.100.
BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya menyatakan bahwa fokus sentimen hari ini adalah implementasi batas harga saham Rp1. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, khususnya bagi saham-saham yang sebelumnya stagnan di harga minimum Rp50.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.