ANGERS, JOURNALARTA.COM – Esteban Lepaul, striker Stade Rennais berusia 26 tahun, menjadi sensasi Ligue 1 setelah dinobatkan sebagai top scorer musim 2025/26. Mantan pemain buangan akademi Lyon ini kini diincar klub-klub top Eropa dan telah menerima panggilan perdana ke Timnas Prancis senior oleh pelatih Zinedine Zidane.
Kisah Lepaul, yang kehilangan ayahnya pada 2020 setelah dilepas Lyon, adalah cerita Cinderella modern dalam sepak bola. Dari bermain di National 4 bersama Epinal, kini ia menjelma menjadi penyerang mematikan yang mencuri perhatian. Rennes membeli Lepaul dari Angers SCO pada 27 Agustus 2025 dengan harga €13,5 juta, sebuah investasi yang terbukti sangat menguntungkan.
Statistik Fantastis Musim 2025/26
Penampilan Esteban Lepaul di musim 2025/26 benar-benar meledak. Ia membukukan 21 gol, termasuk 3 dari penalti, dan 5 assist dalam 34 pertandingan Ligue 1 (2 laga bersama Angers, 32 laga bersama Rennes). Catatan ini menjadikannya top scorer liga, mengungguli nama-nama besar seperti Dembele, Kvaratskhelia, dan Doué.
Musim sebelumnya, 2024/25, ia mencetak 9 gol tanpa assist dalam 28 penampilan Ligue 1 bersama Angers. Di Ligue 2 (2023/24), ia menyumbang 3 gol dan 3 assist, membawa Angers promosi. Lepaul juga sempat mencetak 12 gol dan 1 assist dalam 16 pertandingan di kompetisi National bersama Epinal pada musim yang sama. Hingga 29 September 2026, di musim 2026/27, ia sudah mengoleksi 3 gol dalam 5 laga Ligue 1, termasuk brace dan gol penentu kemenangan di menit 90+3 saat Rennes mengalahkan Le Mans 3-2.
Secara total, Esteban Lepaul telah tampil dalam 63 pertandingan di lima liga teratas, mencetak 31 gol dan menyumbangkan 5 assist, dengan rata-rata rating 6.96. Gaya bermainnya dikenal sebagai ‘9 à l’ancienne’, striker murni klasik. Ia mungkin jarang menyentuh bola, namun sangat mematikan di kotak penalti. Gol volley-nya ke gawang PSG pada musim 2024/25 bahkan disebut sebagai gol tercantik musim tersebut.
Panggilan Timnas Prancis dan Polemik Publik
Perjalanan karier Lepaul mencapai puncaknya pada September 2026 saat ia pertama kali dipanggil ke Timnas Prancis senior oleh pelatih Zinédine Zidane, yang menggantikan Didier Deschamps. Pemanggilan ini memicu kebanggaan sekaligus polemik di kalangan publik.
Dalam wawancara dengan RMC, Lepaul menyatakan, “Saya datang bukan sembunyi, saya legit di sini. Kalau coach panggil ada alasan. Saya akan nyanyi Pitbull Booba (2006) di Clairefontaine – Valeur sûre saya. Saya nyanyi Marseillaise dari kecil, ini accomplissement ultime!” Pernyataan cinta Lepaul terhadap Prancis ini menjadi viral dan memicu perdebatan politik, dengan beberapa netizen menuduhnya politis. Namun, Pierre Ménès dan Jean-Michel Aphatie di Quotidien TMC memberikan dukungan publik kepadanya.
Bursa Transfer Panas
Performa gemilang Lepaul membuat namanya langsung masuk daftar incaran klub-klub besar Eropa. Jurnalis Ekrem Konur melaporkan bahwa Paris Saint-Germain, Benfica, Inter Milan, dan Atlético Madrid sedang memantau situasi striker ini. Meskipun nilai pasarnya di Flashscore mencapai €35 juta, Rennes dikabarkan mematok harga antara €50-60 juta plus persentase penjualan kembali di masa depan. Ini berarti Rennes berpotensi untung empat kali lipat dari harga beli awal.
Pelatih Rennes, Franck Haise, menegaskan tidak akan menjual Lepaul di bursa transfer musim dingin, karena tim sangat membutuhkannya untuk bersaing di Ligue Europa. Sebuah jajak pendapat penggemar menunjukkan 65% merasa harga di atas €60 juta wajar untuk striker andalan mereka.
Kisah Esteban Lepaul adalah refleksi semangat juang. Setelah ditinggal ayah dan dilepas Lyon pada 2020, di tengah pandemi COVID-19, ia bangkit dari National 4. Ia berjuang keras hingga Angers SCO mengangkatnya dari kompetisi National dengan biaya hanya €0,15 juta pada 2024, sebelum akhirnya direkrut Rennes. Flashscore menggambarkan auranya sebagai “pemain yang sudah capai tinggi tapi tahu bisa lebih jauh lagi.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.