JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali tergelincir pada Selasa, 29 September 2026. Logam mulia ini anjlok Rp17.000 per gram menjadi Rp2.580.000, melanjutkan tren koreksi dua hari berturut-turut. Penurunan ini menyusul pelemahan sebesar Rp15.000-16.000 pada Senin, 28 September, dari posisi Rp2.613.000 pada Minggu, 27 September.
Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam telah terkoreksi Rp33.000. Meskipun demikian, secara year-to-date, harganya masih mencatatkan kenaikan 3,69% dari posisi awal tahun Rp2.488.000 pada 1 Januari 2026. Rentang harga selama sepekan berada di kisaran Rp2.580.000 – Rp2.630.000, sementara sebulan terakhir tercatat Rp2.580.000 – Rp2.670.000.
Harga Buyback Ikut Anjlok Drastis
Penurunan harga jual juga diikuti anjloknya harga pembelian kembali (buyback) emas Antam. Hari ini, harga buyback merosot tajam Rp47.000 menjadi Rp2.375.000 per gram. Ini menciptakan selisih (spread) yang lebar antara harga jual dan buyback, mencapai Rp205.000. Artinya, investor yang membeli dan langsung menjual hari ini akan merugi sekitar 7,9%.
Berikut rincian harga emas Antam di Logam Mulia Pulogadung per 29 September 2026:
| Pecahan | Harga Dasar | Harga + PPh 0,25% (NPWP) |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.340.000 | Rp1.343.350 |
| 1 gram | Rp2.580.000 | Rp2.586.450 |
| 2 gram | Rp5.100.000 | Rp5.112.750 |
| 5 gram | Rp12.675.000 | Rp12.706.688 |
| 10 gram | Rp25.295.000 | Rp25.358.238 |
| 25 gram | Rp63.112.000 | Rp63.269.780 |
| 100 gram | Rp252.212.000 | – |
| 1000 gram | Rp2.520.600.000 | – |
Perlu diingat, transaksi emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 0,9% tanpa NPWP, atau 0,45% jika memiliki NPWP. Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, PPh 22 sebesar 1,5% (dengan NPWP) atau 3% (tanpa NPWP) akan dipotong langsung.
Penyebab Harga Emas Turun Hari Ini
Pelemahan harga emas Antam tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia yang rontok. Pada Senin, 29 September, harga emas spot (XAU) menurut Bloomberg mencapai US$4.127,3 per troy ons, anjlok 3,68% dibandingkan Jumat sebelumnya. Ini adalah level terendah sejak 5 Agustus 2026.
Anjloknya emas global disebabkan oleh penguatan Dollar Index ke 99,57 dan kenaikan yield US Treasury. Yield obligasi 10 tahun AS tembus 5,22%, sementara 30 tahun mencapai 5,51%. Karena emas dihargai dalam dolar AS, penguatan dolar membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sekaligus mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga di tengah kenaikan real yield.
Faktor lain adalah sikap hawkish dari The Federal Reserve (The Fed). Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lagi di bulan Oktober mencapai 70,3%, setelah data core Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan inflasi yang masih tinggi. Suku bunga acuan Fed funds sudah berada di 4,00% pada September. Pernyataan pejabat The Fed, termasuk Powell dan Warsh, mengindikasikan bahwa PCE di 3,7% masih membutuhkan kebijakan pengetatan moneter.
Data ekonomi AS mendatang seperti JOLTS, ADP employment, PDB Kuartal II, CB Consumer Confidence, dan laporan pekerjaan September (NFP) pada Jumat ini akan menjadi penentu. Jika PCE tetap tinggi dan data payrolls kuat, emas bisa menguji level US$4.000. Sebaliknya, jika data melunak, emas berpeluang rebound ke US$4.300.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.