Secara finansial, SpaceX mencatatkan pendapatan $18,674 miliar pada FY2025, dengan Starlink menyumbang 61% dari total pendapatan tersebut. Meski demikian, perusahaan masih membukukan kerugian operasional GAAP sebesar -$2,589 miliar, meskipun Adjusted EBITDA positif $6,584 miliar. Starlink sendiri mencatatkan keuntungan GAAP $4,4 miliar, sementara divisi peluncuran dan AI masih membakar banyak modal.
Pada Q1 2026, SpaceX melaporkan pendapatan $4,694 miliar dengan kerugian GAAP -$1,943 miliar dan capex yang masif $10,1 miliar. SpaceX kini terbagi menjadi tiga bisnis utama: Aerospace & Connectivity (Falcon/Starship + Starlink) yang menguntungkan, serta xAI/X/Grok yang masih merugi. Merger dengan Cursor senilai $60 miliar pada April 2026 juga menjadi penyebab lonjakan capex AI.
Tickeron, sebuah platform analisis, menunjukkan bahwa SPCX saat ini diperdagangkan di sekitar nilai wajarnya antara $139,95 hingga $151,74. Harga $145,47 hari ini berada dalam rentang tersebut, namun dengan volatilitas beta 5,36, saham ini tetap berisiko tinggi. Investor disarankan untuk menunggu setup yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagi trader di Indonesia, saham SPCX dapat dibeli melalui broker AS seperti Gotrade, Stockbit US, atau Pluang. Penting untuk diperhatikan bahwa ini adalah saham pertumbuhan spekulatif tanpa dividen dan rasio P/E negatif. Volatilitas tinggi dengan float tipis dan short interest 31% membuat SPCX rentan terhadap pergerakan harga yang ekstrem, baik potensi kenaikan tajam (squeeze) maupun penurunan drastis (dump). Jika penerbangan orbital Starship sukses meluncurkan Starlink V3, saham ini bisa rebound ke $150+, namun kegagalan berpotensi menguji kembali level $104.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.