Kamis, 1 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Produsen HP China Uji Baterai Baja 10.000 mAh, Siap Naik Kelas

Produsen HP China Uji Baterai Baja 10.000 mAh, Siap Naik Kelas
Produsen HP China Uji Baterai Baja 10.000 mAh, Siap Naik Kelas. (Ilustrasi: AI)

Produsen smartphone China disebut sedang menguji baterai berkapasitas 10.000 mAh dengan casing baja dan teknologi sel bertumpuk. Langkah ini muncul saat pasar ponsel premium terus mengejar daya tahan baterai tanpa membuat bodi perangkat makin tebal.

Informasi itu datang dari pembocor Digital Chat Station, seperti diungkap Topik.id pada Selasa, 30 September 2026. Sumber itu menyebut salah satu merek ponsel terkemuka di Tiongkok tengah menguji rancangan baterai baru, yang mengambil inspirasi dari pendekatan Apple lalu dibawa lebih jauh.

Material baja jadi pembeda

Selama ini Apple disebut mulai memakai cangkang aluminium untuk melindungi komponen daya di lini iPhone 16 Pro. Tujuannya bukan sekadar tampilan. Ada dorongan untuk memberi kekuatan struktural yang lebih baik.

Pada pengembangan berikutnya, iPhone 18 Pro Max dengan baki SIM fisik bahkan diproyeksikan mencapai kapasitas 5.391 mAh, atau naik sekitar 12 persen dari generasi sebelumnya. Angka itu menunjukkan arah industri yang memang sedang bergerak ke kapasitas lebih besar, meski peningkatannya bertahap.

Pabrikan China yang kini diuji coba dilaporkan ingin melangkah lebih jauh. Bukan aluminium, melainkan baja. Lalu dipadukan dengan teknologi stacked-cell. Kombinasi ini dipandang sebagai cara untuk mengejar kapasitas besar sambil menjaga bentuk perangkat tetap masuk akal di tangan pengguna.

Persaingan kapasitas makin ketat

Dorongan ke baterai jumbo sebenarnya sudah terlihat di pasar. Honor, misalnya, pernah menunjukkan baterai silikon-karbon 7.000 mAh pada seri Honor 600, khususnya Honor 600 Pro untuk pasar Asia. Dalam demonstrasi unik, baterai dari Honor 600 Pro, iPhone 17 Pro, dan Galaxy S26 dilepas lalu dipakai menggerakkan mobil RC mini. Hasilnya, baterai Honor bertahan paling lama.

Di saat yang sama, publik juga masih menaruh perhatian pada isu pengisian cepat. Uji coba yang dirujuk Samsung Magazine menyebut pengisian daya cepat pada ponsel tidak merusak baterai, dan mitos lama soal itu dinilai keliru. Ini penting karena ponsel dengan kapasitas besar biasanya tetap harus dibarengi pengisian yang efisien.

Bagi produsen China, uji baterai baja 10.000 mAh ini jadi penanda ambisi baru. Kalau desain itu benar masuk jalur produksi, persaingan flagship tahun depan bisa bergeser bukan cuma soal kamera dan layar. Daya tahan bakal ikut dipaksa naik. Dan itu, buat banyak pengguna, jauh lebih terasa saat ponsel dipakai seharian penuh.

Topik.id menuliskan, langkah ini “diinspirasi dari inovasi yang sebelumnya mulai diterapkan oleh Apple.” Kini, inspirasi itu tampaknya sudah sampai ke tahap yang lebih agresif.

Sumber: mediaindonesia.com

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 30 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis