Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Asian Games 2026: Nurisa Dian Sumbang Emas Pertama Panahan, Timnas MLBB Indonesia Perak Usai Dibantai Myanmar 0-4

Asian Games 2026
Asian Games 2026: Nurisa Dian Sumbang Emas Pertama Panahan, Timnas MLBB Indonesia Perak Usai Dibantai Myanmar 0-4. Credit: Dok. JournalArta

NAGOYA, JOURNALARTA.COM – Kontingen Indonesia mengakhiri hari Kamis (1/10/2026) di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil campur aduk. Satu sejarah emas pertama tercipta dari cabang panahan, namun mimpi emas lain di esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) harus kandas.

Di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, panahan beregu Indonesia menorehkan sejarah gemilang. Namun, hanya beberapa jam kemudian, di Aichi Sky Expo Hall Nagoya, tim MLBB Indonesia harus tunduk lesu setelah dibantai Myanmar.

Nurisa Dian Ashrifah: Ukir Sejarah Emas Pertama Panahan Indonesia

Pemanah Nurisa Dian Ashrifah, 20 tahun, asal Semarang, berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas pertama bagi Indonesia di cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Berlaga di nomor Compound Women’s Individual, Nurisa menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor ketat 139-137 pada final Kamis pagi WIB.

Kemenangan ini sangat bersejarah karena sejak panahan pertama kali dipertandingkan di Asian Games pada tahun 1978, Indonesia belum pernah sekalipun meraih medali emas. Prestasi tertinggi sebelumnya hanyalah medali perak, seperti yang dicapai beregu recurve putra pada 1982, beregu recurve putri pada 1994, dan Diananda Choirunisa di individual recurve putri pada 2018. Kini, kutukan 48 tahun itu berhasil dipecahkan Nurisa.

Nurisa yang tidak diunggulkan, memulai kualifikasi dari peringkat ke-8 dengan 701 poin. Di semifinal, ia secara mengejutkan mengalahkan pemanah Korea Selatan, Oh Yoohyun, yang sebelumnya selalu mencatat skor sempurna, dengan skor 147-143. Dalam final melawan Filipina, pertandingan berlangsung dramatis. Skor sempat imbang 28-28 di end pertama, Nurisa unggul 27-26 di end kedua, kembali imbang 29-29 di end ketiga, dan kalah 26-27 di end keempat. Namun, di end penentu kelima, Nurisa tampil prima dengan tembakan terakhir 10 poin, memastikan kemenangan 29-27.

Nurisa, yang akrab disapa Hani, mulai mengenal panahan sejak SD setelah melihatnya di film dan mengikuti ekstrakurikuler pada usia 11 tahun. Mahasiswi S1 Manajemen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini turun di nomor Compound, bukan recurve.

Dengan tambahan emas dari Nurisa, kontingen Indonesia kini telah mengoleksi 5 medali emas, melampaui target awal pemerintah sebesar 4 emas. Medali emas lainnya diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi (Panjat Tebing Speed Putri), Beregu Bulutangkis Putra, Rahmat Erwin Abdullah (Angkat Besi 75kg Putra), serta Leo Carnando/Daniel Marthin (Ganda Putra Bulutangkis). Hingga 1 Oktober malam, Indonesia berada di peringkat 13 klasemen sementara dengan total 32 medali (5 emas, 7 perak, 20 perunggu).

Esports MLBB Indonesia Raih Perak Usai Dibantai Myanmar 0-4

Harapan untuk meraih medali emas dari cabang esports harus pupus pada Kamis siang. Tim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia kalah telak 0-4 dari Myanmar dalam pertandingan final yang berlangsung di Aichi Sky Expo, Tokoname. Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas dengan medali perak.

Dalam format Best of Seven (Bo7), Myanmar berhasil melakukan clean sweep, memenangkan empat game tanpa balas. Ini adalah edisi pertama MLBB menjadi cabang olahraga resmi peraih medali di Asian Games, dan Myanmar berhasil menjadi juara pertama dalam sejarah.

Roster Timnas MLBB Indonesia yang berlaga di final terdiri dari Owen (Alexander Owen), Arif (Arifudin Dingarai), Dalvin (Dalvin Ramadhana Putra), Affan (Muhammad Affan Wahyudi), Syauki “Nino” Fauzan, dan Albert Neilsen Iskandar “Alberttt”, dengan Kenny Deo sebagai pelatih.

Dominasi Myanmar terlihat sejak game pertama yang berlangsung 13 menit 13 detik. Mereka berhasil mendapatkan first blood, mengamankan semua Turtle, dan merebut Lord pertama, membuat Indonesia tak berkutik. Di game kedua, meskipun Indonesia sempat unggul gold di awal, Myanmar berhasil melakukan comeback di pertengahan game dengan makro yang disiplin, menutup game 2 dengan skor 22-14 kill dan waktu 14 menit 8 detik. Game ketiga dan keempat juga menunjukkan dominasi Myanmar. Indonesia kesulitan menembus pertahanan solid dan strategi cepat lawan. Myanmar menutup game 4 yang berdurasi 14 menit 28 detik, mengunci kemenangan 4-0.

Perjalanan Myanmar di turnamen ini memang nyaris sempurna. Mereka tak terkalahkan di Grup A melawan Uzbekistan dan Hong Kong. Di perempat final, Myanmar menang 2-1 atas Kamboja, satu-satunya game yang mereka kalahkan sepanjang turnamen. Kemudian di semifinal, mereka menundukkan Malaysia 2-0 sebelum akhirnya melibas Indonesia 4-0 di final. Inti skuad Myanmar merupakan tim Yangon Galacticos, runner-up MSC 2026 Paris.

Sementara itu, perjalanan Indonesia cukup berliku. Setelah kalah dari Malaysia di grup, mereka bangkit dengan menang 2-0 atas Arab Saudi. Di perempat final, Indonesia meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Filipina, lalu melaju ke final setelah mengalahkan Mongolia 2-0 di semifinal. Namun, mereka tidak mampu mengatasi Myanmar di laga puncak.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda