JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga pangan nasional pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 10:00 WIB menunjukkan pergerakan yang variatif, dengan cabai masih menjadi primadona penyumbang inflasi. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah tembus Rp96.300/kg, bahkan menyentuh Rp100.650/kg di beberapa sumber lain. Di sisi lain, harga beras relatif stabil, sementara telur ayam ras bertahan di Rp28.550/kg.
Situasi ini jelas berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Lonjakan harga cabai, terutama cabai rawit merah dan cabai merah keriting, akan membebani masyarakat yang mengandalkan komoditas ini untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, kestabilan harga beras dan telur sedikit memberikan angin segar, meskipun tidak cukup mengimbangi kenaikan tajam pada bumbu dapur esensial.
Rincian Harga Pangan Nasional 2 Oktober 2026
Berdasarkan data PIHPS Nasional Bank Indonesia, per pukul 10:00 WIB, berikut adalah rincian harga sejumlah komoditas pangan penting:
| Komoditas | Harga Hari Ini (PIHPS) | Keterangan |
|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp96.300/kg | Naik; Bloomberg Technoz: Rp100.650/kg (+4,35%); Bone Bolango: Rp140.000/kg |
| Cabai Merah Keriting | Rp69.250/kg | Naik tajam; Bloomberg Technoz: Rp82.950/kg (+19,78%) |
| Cabai Merah Besar | Rp57.600/kg | Turun tipis; Bloomberg Technoz: Rp56.100/kg (-2,26%) |
| Cabai Rawit Hijau | Rp61.300/kg | Turun; Bloomberg Technoz: Rp60.100/kg (-11,55%) |
| Telur Ayam Ras | Rp28.550/kg | Stabil |
| Bawang Merah | Rp37.350/kg | |
| Bawang Putih | Rp37.750/kg | |
| Beras Bawah I | Rp14.950/kg | Naik 0,67% (Bloomberg Technoz: Rp15.000/kg) |
| Beras Bawah II | Rp14.750/kg | Turun (Bloomberg Technoz: Rp14.550/kg, -1,02%) |
| Beras Medium I | Rp16.400/kg | Turun (Bloomberg Technoz: Rp16.550/kg, -0,30%) |
| Beras Medium II | Rp16.250/kg | Turun (Bloomberg Technoz: Rp16.150/kg, -1,52%) |
| Beras Super I | Rp17.500/kg | Turun (Bloomberg Technoz: Rp17.600/kg, -1,95%) |
| Beras Super II | Rp16.950/kg | Turun (Bloomberg Technoz: Rp17.050/kg, -1,73%) |
| Daging Ayam Ras Segar | Rp41.000/kg | |
| Daging Sapi Kualitas I | Rp150.200/kg | |
| Daging Sapi Kualitas II | Rp140.950/kg | |
| Gula Pasir Premium | Rp20.450/kg | |
| Gula Pasir Lokal | Rp19.200/kg | |
| Minyak Goreng Curah | Rp20.250/liter | |
| Minyak Goreng Kemasan | Rp23.950/liter |
Perbandingan dengan data Bloomberg Technoz pukul 09:15 WIB menunjukkan bahwa mayoritas harga pangan cenderung turun, namun cabai tetap berada di kisaran Rp100.000/kg. Cabai rawit merah naik Rp4.200 menjadi Rp100.650/kg, dan cabai merah keriting melonjak Rp13.700 menjadi Rp82.950/kg. Sementara itu, cabai merah besar turun Rp1.300 menjadi Rp56.100/kg, dan rawit hijau turun Rp7.850 menjadi Rp60.100/kg.
Harga Beras Stabil di Jawa Barat
Kabar baik datang dari Jawa Barat. Per 2 Oktober 2026, harga semua varian beras di Jawa Barat terpantau tetap stabil. Beras Super I menjadi yang termahal dengan harga Rp17.450/kg, sementara Beras Bawah II menjadi yang termurah di Rp14.100/kg. Beras Medium I berada di angka Rp15.850/kg, dan Bawah I di Rp14.650/kg.
Untuk komoditas bawang di Jawa Barat, terjadi sedikit penurunan. Bawang merah sedang turun Rp400 (1,17%) menjadi Rp33.700/kg, sedangkan bawang putih sedang turun Rp250 (0,66%) menjadi Rp37.850/kg. Kestabilan harga beras di Jawa Barat ini diperkirakan karena pasokan yang aman menjelang akhir tahun, didukung oleh masuknya hasil panen raya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Disparitas Harga di Daerah: Gorontalo Jadi Contoh
Meskipun ada data nasional, disparitas harga antar daerah masih terlihat jelas. Di Pasar Talumopatu Bone Bolango, Gorontalo, pada 2 Oktober, harga cabai merah keriting mencapai Rp90.000/kg, naik Rp5.000 dari sebelumnya Rp85.000/kg. Cabai rawit merah bahkan bertahan di Rp140.000/kg, jauh lebih mahal dari rata-rata nasional PIHPS yang Rp96.300/kg. Bawang merah di Gorontalo justru turun menjadi Rp35.000 dari Rp37.667. Beras IR 64 medium dan SPHP Bulog juga stabil di Rp15.000 dan Rp12.000.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa faktor distribusi dan permintaan lokal sangat mempengaruhi harga di tingkat daerah. Untuk masyarakat Gorontalo, harga cabai yang sangat tinggi ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan dapur.
Mengapa Harga Cabai Masih Melambung Tinggi?
Kenaikan harga cabai yang persisten ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, cuaca ekstrem dan kendala distribusi akibat hujan lebat yang melanda sentra produksi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara pada akhir September. Kerusakan jalan di jalur distribusi juga memperparah kondisi pasokan.
Kedua, faktor spekulasi dan peningkatan permintaan menjelang Hari Batik Nasional serta libur panjang akhir pekan (long weekend) turut mendorong kenaikan harga. Permintaan yang meningkat, ditambah pasokan yang terganggu, menciptakan tekanan harga yang signifikan. Ketiga, tingginya disparitas harga antar daerah, seperti yang terlihat di Gorontalo, menunjukkan bahwa masalah pasokan dan distribusi belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, harga beras yang cenderung turun dapat dikaitkan dengan intervensi Bulog yang masih menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp12.000/kg, serta keberlanjutan panen gadu di beberapa wilayah.
Untuk menghadapi fluktuasi harga pangan ini, masyarakat bisa mempertimbangkan beberapa strategi belanja. Mengganti cabai rawit merah dengan rawit hijau yang lebih murah (Rp61.300/kg vs Rp96.300/kg) dapat menghemat sekitar Rp35.000/kg. Memilih beras medium I Jawa Barat seharga Rp15.850/kg daripada Super I seharga Rp17.450/kg juga bisa menghemat Rp1.600/kg. Telur ayam ras yang stabil di Rp28.550/kg tetap menjadi sumber protein termurah dibandingkan daging ayam (Rp41.000) dan sapi (Rp150.200). Menggunakan minyak goreng curah Rp20.250/liter dibandingkan kemasan Rp23.950/liter dapat menghemat Rp3.700/liter, dengan catatan penyaringan yang tepat. Konsumen juga disarankan untuk secara rutin mengecek PIHPS BI dan Panel Harga Pangan NFA pada pukul 10:00 dan 15:00 WIB untuk mendapatkan informasi harga terbaru dan menghindari praktik harga “getok”.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.