JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit secara dramatis sore ini, Jum’at (2/10/2026), setelah sempat membuat investor panik di sesi pagi. Pada pukul 14:51 WIB, IHSG berhasil bertengger di level 6.050,41, melonjak +40,91 poin atau +0,68% dari penutupan sebelumnya.
Rebound ini mengakhiri enam hari beruntun IHSG di zona merah dan terjadi setelah indeks sempat anjlok di bawah level psikologis 6.000, mencapai titik terendah intraday di 5.979,98. Kenaikan signifikan ini terjadi di sesi siang, menunjukkan pembalikan tren yang kuat dalam waktu singkat.
Kronologi Pergerakan IHSG Sepanjang Hari
Pagi hari dibuka dengan optimisme, di mana IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08. Namun, optimisme itu tak bertahan lama. Hanya 10 menit setelah pembukaan, IHSG anjlok ke 5.987, jatuh di bawah 6.000 dan memicu kepanikan di kalangan investor. Pada pukul 09:14 WIB, 362 saham melemah sementara 203 saham menguat, dengan transaksi mencapai Rp2,28 triliun.
Sesi I ditutup dengan IHSG melemah 19,30 poin (-0,32%) ke level 5.990,20, di bawah batas psikologis 6.000. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan 404 saham turun, 230 saham naik, dan 151 stagnan. Volume perdagangan mencapai 80,448 miliar lembar saham senilai Rp6,394 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) secara masif hingga Rp1,17 triliun, di mana saham GOTO menjadi target utama dengan penjualan Rp844,04 miliar (31,55 miliar lembar). Saham BBRI, BMRI, TLKM, dan PGAS juga turut dilepas.
Namun, setelah jeda makan siang, situasi berbalik drastis. Antara pukul 14:00 hingga 14:51 WIB, IHSG melesat tajam dari 6.002 menuju 6.050,41, melonjak 48 poin hanya dalam 51 menit. Titik tertinggi intraday tercatat di 6.053,24, menembus kembali level 6.050.
Pemicu Rebound Dramatis
Beberapa faktor menjadi pendorong di balik kenaikan mendadak ini. Pertama, tekanan jual asing yang mulai mereda. Net sell asing pada 1 Oktober tercatat sebesar Rp240 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Rp1,56 triliun pada 30 September. Hal ini memberi sinyal bahwa pasar mulai sedikit lega.
Kedua, penurunan yield obligasi AS. Yield obligasi 10 tahun AS turun 1,22% ke 5,246%, memberikan ruang bagi pasar saham untuk bergerak naik. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada 28 Oktober juga turun drastis dari 68,6% menjadi 28,2%, mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter ketat. Analis Mirae Asset, M Nafan Aji Gusta, menyebutkan adanya peluang technical rebound karena indikator stochastic menunjukkan golden cross di area deep oversold.
Ketiga, meredanya isu reshuffle kabinet. Setelah Presiden Prabowo melantik 18 pejabat menteri/wakil menteri, kekhawatiran investor akan potensi kebijakan baru mulai mereda, membawa ketenangan ke pasar. Selain itu, sektor energi turut menopang IHSG dengan indeks IDX Energy menguat +0,81% ke 3.126,15. Saham-saham seperti MBAP (+9,97%), GEMS (+2,56%), dan PTBA (+2,30%) mencatatkan kenaikan signifikan.
Saham Teraktif dan Analisis Teknikal
Saham GOTO menjadi yang paling aktif dengan volume perdagangan mencapai 61,8 miliar saham di sesi pagi, meskipun asing melakukan net sell. Beberapa saham lain yang aktif meliputi BUMI (650,6 juta saham), DOOH (325,3 juta saham), dan INET (291,1 juta saham).
Secara teknikal, support IHSG diperkirakan berada di kisaran 5.950-6.000. Hari ini, level terendah 5.979,98 berhasil tertahan di area ini. Sementara itu, resistance awal berada di 6.020-6.040, yang sudah berhasil ditembus dengan high 6.053,24. Resistance selanjutnya diperkirakan di 6.187 dan 6.297. Pola grafik menunjukkan candle bearish di bawah MA5 di pagi hari, namun siang hari terlihat golden cross stochastic di area deep oversold, mengindikasikan sinyal rebound.
Dengan valuasi IHSG yang masih 34% di bawah level tertinggi tahunan 9.174,47 (52-wk high), hal ini bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk berburu saham dengan valuasi diskon. Analis Mirae Asset M Nafan Aji Gusta, meskipun melihat pasar masih mixed-to-bearish, tetap melihat peluang technical rebound terbuka. Ia juga menyarankan untuk menunggu data US Nonfarm Payrolls (NFP) malam ini.
Fanny Suherman dari BNI Sekuritas memperkirakan support IHSG di 5.950-6.000 dan resistance di 6.020-6.040. Hari ini, support berhasil menahan penurunan dan resistance awal berhasil ditembus. Investor.id juga mencatat bahwa pergerakan IHSG yang berombak disebabkan oleh kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi, meskipun kebijakan The Fed yang cenderung dovish membantu rebound pasar.
Untuk investor ritel yang berani mengambil posisi beli di titik terendah 5.979,98 pagi hari, rebound sore ini telah menghasilkan keuntungan sekitar +1,17% dalam lima jam. Meskipun demikian, risiko masih tetap tinggi. Rekomendasi Reliance Sekuritas untuk hari ini mencakup saham-saham seperti ANTM, ENRG, UNTR, dan DMAS, terutama di sektor energi dan pertambangan yang sedang menguat. Sementara itu, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati area 5.850-5.911 untuk buy on weakness. Jika IHSG mampu menutup hari di atas 6.050, peluang untuk berlanjut ke 6.187 terbuka lebar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.