JAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari peta persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Federasi Sepak Bola India (AIFF) dikabarkan tengah menimbang langkah drastis untuk menarik diri dari turnamen tersebut. Keputusan ini diambil demi memuluskan agenda laga persahabatan melawan Brasil yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.
Dilema besar kini membayangi kubu India. Jika mundur dari turnamen, mereka akan absen di FIFA ASEAN Cup 2026, ajang yang menempatkan mereka satu grup bersama Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Laporan dari media India, Khel Now, menyebutkan bahwa benturan jadwal menjadi pemicu utama.
Regulasi FIFA yang ketat melarang India untuk hanya menerjunkan tim pelapis atau skuad U-23 di turnamen tersebut, sehingga federasi harus memilih salah satu dari dua agenda besar itu.
Laga kontra Brasil dipandang sebagai tonggak sejarah bagi sepak bola India. Ini akan menjadi kali pertama Brasil melawat ke kandang India, sebuah peristiwa yang memicu antusiasme luar biasa di kalangan suporter. Namun, di balik kemegahan duel tersebut, aroma kepentingan politik pun mulai tercium.
Banyak pihak meyakini pertandingan ini menjadi instrumen krusial bagi kampanye Kalyan Chaubey menjelang pemilihan presiden AIFF berikutnya.
Pendanaan untuk laga prestisius ini diperkirakan mencapai Rp11,28 miliar hingga Rp13,16 miliar, yang bersumber dari dukungan Pemerintah Bengal Barat, sponsor, serta penjualan tiket.
Kritik Internal dan Dampak bagi Grup A
Meski agenda melawan Brasil dianggap sebagai prioritas federasi, kebijakan ini tidak luput dari kecaman. Legenda sepak bola India, Bhaichung Bhutia, secara terbuka menyatakan penolakannya. Menurut mantan kapten tersebut, berkompetisi di turnamen resmi seperti FIFA ASEAN Cup jauh lebih esensial untuk perkembangan tim nasional dibandingkan sekadar menggelar satu laga eksibisi.
Bagi Timnas Indonesia, potensi mundurnya India tentu mengubah peta kekuatan di Grup A. Saat ini, skuad asuhan John Herdman sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi partai hidup-mati melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8).
Herdman menegaskan bahwa ujian melawan Singapura adalah momentum yang memang dibutuhkan timnya untuk mengasah mental bertanding di fase krusial. “Sepak bola diciptakan untuk momen menentukan seperti ini,” ujar Herdman.
Tantangan bagi Indonesia tidak hanya datang dari ketangguhan pertahanan Singapura yang terbukti sulit ditembus, tetapi juga dari pemain senior seperti Shawal Anuar yang memiliki rekam jejak pertemuan intens dengan skuad Garuda.
Di tengah ketatnya persaingan grup, kepastian status India akan menjadi bab penentu yang menarik untuk disimak dalam beberapa hari ke depan, mengingat keputusan final AIFF baru akan diumumkan dalam waktu dekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.