Moonshot AI, dengan nama resmi Beijing Moonshot AI Technology Co. (月之暗面), adalah startup AI yang berbasis di Beijing, China. Perusahaan ini didirikan pada Maret 2023 oleh Yang Zhilin. Zhilin, yang kini berusia 30-an, adalah seorang ahli AI yang pernah menempuh pendidikan di Tsinghua dan memiliki pengalaman di Google serta Meta AI, serta meraih gelar PhD dari CMU. Ia dijuluki sebagai “jenius AI” China.
Produk utama Moonshot AI adalah Kimi Chatbot (Kimi.ai), yang juga dikenal sebagai Kimi Chat atau Kimi Smart Assistant. Kimi terkenal karena kemampuannya menangani long context window yang sangat besar. Pada awal 2024, Kimi viral karena modelnya dapat membaca novel 100.000 kata sekaligus, pada saat ChatGPT masih terbatas pada 32K token.
Model terbaru mereka, Kimi K2, dan Kimi K2 Thinking, menawarkan model open-source dan API yang menjadi pesaing langsung GPT-5 dan Claude. Moonshot AI juga menjadi salah satu “AI Tigers” China bersama Zhipu AI, MiniMax, dan 01.AI.
Pada 2024, Moonshot AI berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 1 miliar dolar AS dari investor besar seperti Alibaba, Sequoia, dan Meituan, mengangkat valuasi perusahaan menjadi 3-3,3 miliar dolar AS dan menjadikannya salah satu unicorn terpanas di China. Misi perusahaan, “To the Moon”, menunjukkan ambisi mereka dalam menciptakan Kecerdasan Buatan Umum (AGI).
Bukan Tuduhan Pertama
Skandal ini bukanlah kali pertama Moonshot AI dituding melakukan praktik serupa. Pada September 2026, Anthropic juga menuduh Moonshot AI dan Alibaba secara diam-diam menggunakan model Claude untuk melatih model mereka. Anthropic mendeteksi pola distillation yang mirip, meskipun saat itu Moonshot AI membantah tuduhan tersebut. Kini, dalam waktu kurang dari sebulan, dua laboratorium AI frontier AS, Anthropic dan OpenAI, secara terpisah menuding Moonshot AI. Bahkan, Google juga pernah menyebut adanya aktivitas serupa dari laboratorium China tanpa menyebut nama spesifik.
Situasi ini mengindikasikan “perang dingin AI” antara AS dan China semakin memanas. Para pejabat AS khawatir bahwa kemajuan pesat model-model AI China sebagian bukan karena inovasi murni, melainkan melalui ekstraksi penalaran dari model AS tanpa pengamanan (safety guardrail) yang memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang risiko keamanan nasional.
Thomas Duesterberg dari Hudson Institute berpendapat, “Ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan China, yang mengklaim hampir sekuat perusahaan-perusahaan Amerika, sebenarnya tidak dapat bersaing sama sekali kecuali mereka mencuri barang kami.”
Hingga 2 Oktober 2026 pukul 14:00 WIB, Moonshot AI, OpenAI, maupun Kedutaan Besar China belum memberikan komentar resmi kepada media. Di platform seperti Weibo dan Zhihu, warganet China tampak membela Moonshot, mengklaim ini adalah fitnah AS untuk menekan perkembangan AI China. Sementara itu, warganet global di Blind masih memperdebatkan apakah ini adalah praktik yang adil atau murni pencurian kekayaan intelektual.
OpenAI tidak memberikan bukti teknis secara publik, dengan alasan keamanan. Oleh karena itu, tuduhan ini masih didasarkan pada atribusi internal OpenAI.
Adversarial distillation sendiri berbahaya karena memungkinkan model yang dicuri untuk dibangun tanpa safety guardrail yang sama seperti GPT, seperti Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF) dan red-teaming, yang bisa membuatnya digunakan untuk tujuan berbahaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.